SHARE

MEDAN – Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan bergerak cepat menolong korban kebakaran di Jl HM Yamin, Gang Lurah, Lingkungan VIII serta IX, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan.

Pascakebakaran, petugas BPBD membuat tenda darurat yang jadikan posko untuk beberapa korban.

” Ada dua posko yang kami bikin. Posko pertama ada disini (sekitaran tempat kebakaran). Satunya sekali lagi berada di Jalan HM Yakub, Gang Pisang di Mushalla Al Faizin, ” ungkap Manager Operasional BPBD Kota Medan, M Yusuf, Jumat (21/7/2017).

Yusuf menyebutkan, langkah awal yang di ambil BPBD yaitu dengan menyatukan pertolongan di setiap posko. Pertolongan sesaat yang telah masuk berbentuk peralatan tidur serta mandi.

” Terkecuali peralatan keseharian, Pemko Medan lewat BPBD telah menyalurkan bahan pangan ke posko. Diinginkan, bahan pangan ini dapat mengurangi beban beberapa korban, ” ungkap Yunus.

Di posko BPBD, seratusan orang berkumpul, duduk di lantai beralaskan terpal. Mereka terlihat memakan makanan seadanya yang diberikan pihak BPBD.

Sesudah posko dibuat, pertolongan mengalir dari beragam pihak. Paling banyak, warga datang memberi baju layak gunakan.

Kebakaran hebat yang menempa pemukiman padat masyarakat di Jl HM Yamin, Gang Lurah, Lingkungan VIII serta IX, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan meninggalkan duka mendalam untuk beberapa korban.

Berdasar pada data paling baru yang didapat Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, nyatanya tempat tinggal yang terbakar lebih dari 20 unit.

” Hingga pagi hari ini, sesudah kami mengupdate data-data di lapangan, nyatanya tempat tinggal yang betul-betul hangus terbakar sejumlah 38 unit. Untuk korban jiwa masih tetap nihil, ” kata Manager Operasional BPBD Kota Medan, M Yunus, Jumat (21/7/2017).

Baca Juga  Kepala Dua Pecandu Digunduli Saat Ketahuan Membeli Narkoba

Yunus menyebutkan, cepatnya api merambat ke bangunan tempat tinggal warga karna waktu peristiwa angin cukup kencang.

Terutama, petugas pemadam kebakaran kesusahan masuk ke tengah pemukiman karena tempat yang cukup sempit.

” Kami selalu lakukan pendataan di tempat sampai betul-betul memperoleh data yang akurat. Seperti yang saya berikan barusan, jumlah tempat tinggal yang terbakar menjangkau 38 unit, ” tuturnya.

Pascakebakaran, beberapa ibu-ibu terlihat menangis dimuka tempat tinggalnya semasing. Mereka meratap karna tidak pernah menyelamatkan barang bernilai kepunyaannya.