SHARE

Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, menagih janji Wali Kota Bogor Bima Arya untuk merampungkan sengketa tempat tinggal beribadah, yang buat jemaat tidak dapat melaksanakan ibadah di gereja punya mereka.

Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging menyebutkan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu sempat ada dalam perayaan Natal jemaat GKI Yasmin pada 2016.

Dalam perayaan Natal itu, Bima Arya berjanji juga akan merampungkan perkara GKI Yasmin pada th. ini.

” Janji Bima Arya itu di sampaikan 25 Desember 2016. Jadi, Natal th. tempo hari. Serta kami masih tetap tagih janji dia itu, ” kata Bona waktu didapati di sela-sela beribadah dimuka Istana Negara, Minggu (9/7/2017) siang.

Menurut Bona, waktu perayaan Natal th. lantas, Bima berjanji untuk buka GKI Yasmin supaya beberapa jemaat dapat melaksanakan ibadah disana.

Tetapi, sampai sekarang ini belumlah ada pertemuan apa pun atau tindak lanjut dari janji yang di sampaikan.

Bona menyebutkan, terkecuali berjumpa dengan Bima Arya, pihaknya juga sudah berjumpa dengan Teten Masduki, Kepala Staf Presiden.

Tetapi, sama seperti dengan Bima, sampai saat ini belumlah ada berita dari KSP.

” Saya mengharapkan Bima Arya ataupun pemerintah pusat lewat KSP bisa selekasnya buka dua gereja (GKI Yasmin serta HKBP Filadelfia), karna dua gereja itu sah serta miliki putusan pengadilan yang tetaplah, ” terang Bona.

Bona memberikan, beberapa jemaat cemas, jika telah masuk periode Pemilu 2018 serta 2019, jadi pertimbangan politik semakin lebih jadikan referensi di banding pertimbangan hukum serta konstitusi.

Bona juga menekan Presiden Joko Widodo untuk mengingatkan pemerintahan Bogor serta Bekasi untuk selekasnya merampungkan masalah GKI Yasmin serta HKBP Filadelfia sebelumnya masuk periode Pemilu.

” Kami mengharapkan Pak Presiden Joko Widodo lewat Kantor KSP bisa menyegerakan supaya Ayah Wali Kota Bogor Bima Arya serta Bupati Bekasi bisa selekasnya buka dua gereja ini, ” katanya.

” Serta kita jadi negara tidak bisa tunduk pada grup intoleran yang malah menginginkan tidak dilindunginya kebebasan beragama di republik kita ini, ” pungkas Bona.