SHARE

MATARAM — Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memohon supaya semuanya calon jamaah haji asal daerah ini meyakinkan diri telah memperoleh imunisasi mengingitis manfaat menghadapi virus middle east respiratory syndrome (MERS).

” Imunisasi meningitis untuk tingkatkan kebal badan supaya tidak gampang terserang virus beresiko seperti MERS, yang disebut penyakit virus pernafasan yang pertama kalinya dilaporkan berlangsung di Arab Saudi, ” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu (12/7).

Pernyataan itu di sampaikan menanggapi ada pasien yang disangka terjangkit virus MERS sesudah pulang dari melakukan beribadah umrah. Sekarang ini, pasien yang disebut pasien referensi dari Pulau Sumbawa itu dirawat di Tempat tinggal Sakit Umum Propinsi NTB.

Menurut dia, terkecuali jamaah haji, jamaah umrah juga harus lakukan imunisasi meningitis sebelumnya keberangkatan serta keharusan itu mesti di sampaikan oleh tiap-tiap agen perjalanan umrah.

Terlebih, tuturnya, pemantauan kesehatan jamaah umrah sepulang melakukan beribadah umrah memanglah tak ada dikerjakan, seperti pemantauan kesehatan jamaah haji sebelumnya sampai sesudah pulang tetaplah dikerjakan.

Oleh karenanya, untuk menghadapi beberapa hal yg tidak dikehendaki, baiknya tiap-tiap agen perjalanan umrah dapat mengambil keputusan ketentuan dengan mewajibkan calon jamaah umrah supaya lakukan imunisasi meningitis sebelumnya keberangkatan serta memeriksakan kesehatan pada pusat service kesehtan paling dekat sesudah pulang.

” Bila jamaah umrah menanggung derita panas, batuk serta flu berat sesudah pulang, mesti selekasnya mengecek kesehatannya, ” tuturnya. Usaha itu jadi langkah antisipasi supaya jamaah umarah dapat terhindak dari virus beresiko, sesudah berhubungan dengan jamaah dari beragam negara.

Disebutkan, pengawasan pemberian imunisasi meningitis untuk calon jamaah umrah dinilai susah karna banyak jamaah umrah yang pergi lewat agen perjalanan umrah diluar daerah. ” Memanglah calon jamaah umrah mendaftar di Mataram, namun saat pergi ada yang dari Surabaya, Jakarta atau beberapa daerah yang lain hingga kita kesusahan untuk lakukan kontrol, tidak seperti calon haji, ” katanya.

Baca Juga  Ada Kisah Di Balik Pembuatan Keris Siginjei

Karena itu, ke depan diinginkan ada terobosan dari Kantor Kementerian Agama, supaya sebelumnya pergi tiap-tiap calon jamaah umrah diharuskan untuk memeriksakan kesehatan, imunisasi meningitis, serta imunisasi influenza jika memang perlu. ” Demikian halnya sesudah pulang, jamaah umrah mesti kembali memeriksakan kesehatannya pada pusat service kesehatan paling dekat, ” tuturnya.

Usaman mengatakan, sejumlah 648 orang calon haji yang juga akan pergi musim haji th. ini, semua telah memperoleh imunisasi meningitis serta influenza. ” Jikalau ada yang belum juga, peluang mereka adalah jamaah mutasi dari daerah beda, ” tuturnya.