SHARE
Sidang ke-4 kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dari Kemendagri sedang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/3). Tak seperti sidang sebelumnya, ruangan persidangan disesaki pengunjung.
Sebanyak 14 kursi panjang di ruang persidangan sudah diduduki pengunjung, sebelum majelis hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar Butar mengetukkan palunya menandai dimulainya sidang pada pkl 09.00 WIB.
Beberapa pengunjung terlihat berdiri. Ada juga yang sampai harus duduk di lantai.
Sidang dimulai dengan permintaan keterangan dari Miryam S.Haryani dan tiga penyidik senior KPK, yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan Irwan Santoso.
veluk
Sementara verbalisan antara Miryam dengan Novel Baswedan sedang berlangsung, saksi-saksi lainnya ditempatkan di ruang tunggu PN Tipikor Jakarta, yakni Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, serta anggota DPR Moh.Jafar Hafsah, Khiotibul Imam Wiranu, dan Agun Gunandjar Sudarsa.
Di kursi terdakwa ada mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto
Irene Putrie, salah satu anggota tim jaksa KPK, memohon kepada Ketua Majelis Hakim John Butar butar agar pemeriksaan Miryam S Haryani yang mengaku ditekan penyidik saat diperiksa di KPK diputar.
Untuk membuktikan siapa yang berbohong, hakim mengabulkan permintaan jaksa.
Rekaman CCTV itu diputar di layar besar yang dipasang di persidangan, sehingga semuanya bisa melihat.
marikamis
Dari tayangan itu, tidak terlihat Miryam yang tertekan.
Di ruangan pemeriksaan, Miryam duduk di kursi dengan meja cokelat di depannya. Ada beberapa berkas di atas meja itu. Seorang penyidik berada di depan Miryam.
Jaksa Irene kemudian bertanya kepada Miriam.
“Suasana penekanan itu seperti yang tampak di video,?”
“Oh, Itu kan hanya cuplikan sedikit, pas saya muntah enggak ada itu.
marikamis2
Saat rekaman video tengah menayangkan Miryam yang tengah berbisik-bisik dengan penyidik M.Irwan, jaksa bertanya, apa yang dibisikkan?
“Saya lupa,” jawab Miryam.
Irwan Santoso kemudian memberikan jawaban mengenai bisik bisik itu.
“Beliau sebelum diperiksa penyidik beliau dipanggil oleh beberapa temannya, beliau tanya bahwa keterangannya itu akan masuk BAP atau tidak, ya saya bilang jelas semua itu akan masuk,” terang penyidik senior KPK itu.
Baca Juga  Bamsoet: Kapan Saya Komunikasi Sama Miryam?