SHARE

Penyidik Kejaksaan Negeri Mejayan mengecek Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto sepanjang enam jam jadi saksi dalam masalah sangkaan korupsi dana teratur Tubuh Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun th. biaya 2015 sejumlah Rp 2 miliar, Kamis (20/7/2017).

” Pak Tontro kami check mulai jam 10. 00 sampai jam 16. 00 WIB, ” kata Kepala Seksi Pidana Spesial (Kasi Pidsus) Kejari Mejayan, Wartajiono Hadi di ruangan kerjanya, Kamis (20/7/2017).

Menurutnya, Tontro telah di check jadi saksi sejumlah 2 x dalam perkara ini. 1x ketika penyelidikan serta 1x pada saat penyidikan.

Hadi menyebutkan, kontrol Tontro karena waktu masalah itu berlangsung dia menjabat jadi Kepala Bappeda Kabupaten Madiun. Tidak cuma itu, dia juga bertindak jadi pemakai biaya.

Terkecuali Tontro, sebut Hadi, tiga hari terlebih dulu penyidik juga mengecek Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Sarwa Edi.

Edi di check sebagai saksi dalam masalah ini. Walau telah mengecek beberapa puluh saksi, penyidik masih tetap juga akan menyebut saksi beda sebelumnya mengambil keputusan tersangkanya.

” Masih tetap juga akan ada pemanggilan saksi-saksi yang lain, ” tutur Hadi.

Disamping itu Tontro yang di konfirmasi selesai kontrol malas jauh berkomentar. Tontro yang kenakan pakaian batik terburu-buru menuju mobil yang terparkir di halaman belakang Kejaksaan Negeri Mejayan.

Di tanya pemeriksaanya berkaitan dengan masalah sangkaan korupsi di Bappeda, Tontro menyebutkan tidak. ” Tak ada hubungan, ” tuturnya singkat sembari tutup pintu mobil serta masuk kedalam mobil hitam bernopol L 7790 YZ.

Untuk di ketahui, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mejayan, I Made Jaya Ardana, mengatakan telah ada dua orang yang punya potensi jadi tersangka dalam masalah ini selesai menggeledah kantor Bappeda Madiun serta mengecek beberapa puluh saksi.