SHARE

JAKARTA – Kajian perpindahan kota pusat pemerintahan dari Jakarta dikerjakan dengan jeli.

Menteri Rencana Pembangunan Nasional/Kepala Tubuh Rencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan, pemerintah melibatkan pakar rencana lokasi dari luar negeri.

Menurut Bambang, Indonesia butuh belajar dari pakar negara beda karna telah banyak rujukan tentang perpindahan pusat administrasi diluar negeri.

Misalnya, perpindahan ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Astana.

Lalu, perpindahan ibu kota Nigeria dari Lagos ke Abuja, perpindahan ibu kota Myanmar dari Yangoon ke Naypyidaw, dan perpindahan ibu kota Brazil dari Rio de Janiero ke Brazilia.

Diluar itu, perpindahan ibu kota Australia dari Melbourne ke Canberra.

” Kami juga akan pakai rujukan itu. Dari international network, kami telah mengantongi beberapa nama individu yang dapat menerangkan tentang, sekurang-kurangnya, bagaimana kiat perpindahan ibukota serta pembangunannya, ” kata Bambang, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Selasa (11/7/2017).

Menurut Bambang, satu diantara argumen sebagai pertimbangan pemerintah untuk mengubahkan pusat pemerintahan karna penimbunan di Jakarta.

Jakarta yaitu pusat semuanya.

Bila wilayahnya tidak dikelola dengan baik, Jakarta juga akan jadi penghalang perkembangan.

Sekarang ini, Jakarta jadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat perdagangan, serta pusat layanan keuangan.

Kenapa tidak pusat perdagangan atau layanan keuangannya yang dipindahkan?

” Problemnya bila menginginkan memecah, tidak dapat (ditetapkan) pusat perdagangan di Palembang deh, atau pusat layanan keuangan di Surabaya. Karna ini usaha, ” kata Bambang.

” Usaha itu tidak dapat diperintah. Tidak dapat ditata geser saat itu juga. Bila melawan market mechanism, jadi dapat kolaps industrinya, ” lanjut dia.

Inspirasi tentang perpindahan pusat administrasi pemerintahan ini jadi sisi dari kajian perkotaan di Indonesia.

Bappenas mempunyai aktivitas untuk 10 kota baru di Indonesia.

” Jadi dasarnya kami mengharapkan kajian komplit. Pasti kami juga akan menggunakan tenaga lokal, terlebih di Bappenas, Kementerian PU-Pera serta Kementerian ATR, termasuk juga urban planner serta dengarkan input dari pakar asing, ” kata Bambang.