SHARE

Sejumlah tiga warga Palestina tewas dibunuh waktu benturan dengan aparat keamanan di Jerusalem Timur serta Pinggir Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan seseorang pemuda Palestina berumur 17 th. tewas ditembak di satu lokasi permukiman Jerusalem Timur dekat tempat benturan. Otorita Palestina tidak merinci pihak mana yang ada dibalik penembakan itu.

Individu ke-2 wafat dunia sesudah alami luka berat dalam benturan. Mengenai pria ke-3, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, tewas selesai ditembak dibagian dada di lokasi Abu Dis, Pinggir Barat.

Ke-3 korban berjatuhan ketika beberapa ribu polisi Israel dikerahkan ke kompleks Haram al-Sharif, yang menyimpan Masjid Al Aqsa. Mereka melarang semuanya lelaki yang berumur dibawah 50 th. untuk ikuti salat Jumat di kompleks yang dikenal juga jadi Temple Mount untuk pemeluk Yahudi.

Kepolisian Israel mengklaim sudah menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina yang melemparkan batu serta berusaha menembus barikade.

Benturan juga berlangsung dibagian beda Jerusalem Timur, persisnya di pos Qalandia yang memisahkan pada Ramallah serta Jerusalem dan di pintu masuk utara Bethlehem..

Bln. Sabit Merah Palestina menyebutkan sekurang-kurangnya 400 warga Palestina terluka, 92 diantara mereka dibawa ke rumah sakit.

Di pihak Israel, empat polisi cedera. Dalam insiden terpisah, tiga warga Israel ditikam sampai tewas sesudah seorang masuk lokasi permukiman Yahudi di Pinggir Barat. Aktor terakhir ditembak aparat Israel.

Karena rangkaian insiden ini, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan sudah membekukan semua jalinan dengan Israel hingga langkah pengamanan dicabut serta detektor logam ditarik dari lokasi Haram al-Sharif.

Kemelut berawal saat tiga warga Israel keturunan Arab menembak mati dua polisi Israel, minggu kemarin. Aktor terakhir ditembak mati.

Baca Juga  Pria Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel di Tepi Barat

Tetapi, aparat keamanan Israel menyikapi insiden itu dengan menempatkan detektor logam di lokasi Haram al-Sharif karna mereka mengklaim senjata-senjata yang dipakai untuk menembak polisi diselundupkan ke kompleks itu.