SHARE

Pemerintah pusat belum juga memastikan negara mana yang juga akan digandeng dalam pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase II. Tetapi, Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, baru satu negara yang telah memajukan ketertarikan berinvestasi pada project itu, yaitu Jepang.

” Yang saat ini telah kami terima yaitu dari Jepang, ” tutur Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (11/7/2017).

Walau sekian, Luhut meyakinkan kalau pihaknya telah miliki pembanding berkaitan nilai project MRT. Pemerintah juga terbuka pada investasi dari negara mana saja, bukan sekedar dari Jepang.

” Mungkin saja ada angka-angka yang lebih baru semakin bagus, dari Eropa atau dari tempat mana, mungkin, ” tutur Luhut.

Saat di tanya berkaitan China yang tertarik berinvestasi dalam project MRT itu, Luhut juga menyebutkan hal yang sama. Cuma saja, bila tehnologi yang di tawarkan China dibawah Jepang, Indonesia tetaplah juga akan pilih Jepang untuk memegang MRT Fase II itu.

” Bila kelak angkanya (nilai project yang di tawarkan China) semakin bagus, berarti jauh bedanya, pasti kita pikirkan. Namun menurut irit saya sich, systemnya bila memanglah Jepang ini telah oke ya telah, ” tutur Luhut.

Dikabarkan, PT MRT merencanakan mulai sistem pembangunan MRT Fase II dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan pada 2018 mendatang. Di ketahui, sekarang ini PT MRT Jakarta masih tetap membuat MRT Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI).

Gagasannya, MRT Fase II itu juga akan mempunyai keseluruhan panjang trek sejauh 8, 3 km. dengan delapan stasiun bawah tanah.