SHARE

Kepolisian membuka pengiriman 101 kg ganja dari Aceh ke Jakarta lewat kantor pos. Masalah ini tersingkap sesudah polisi terima laporan serta menggeledah paket mencurigakan di satu diantara kantor pos di Jakarta Timur, Jumat (7/7/2017).

” Keseluruhan yang Unit Resor Narkoba Polres Metro Jaktim amankan itu 95 bal ganja seberat 101 kg, ” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (10/7/2017).

Andry menjelaskan, info tentang ada paket ganja seberat 101 kg itu didapat dari pegawai satu diantara kantor pos di Jakarta Timur. Pegawai itu melapor ke polisi karna berprasangka buruk dengan isi paket-paket dari Aceh yang disangka diisi ganja.

Laporan itu dilakukan tindakan polisi dengan lakukan penilaian sepanjang dua hari pada paket-paket di kantor pos itu.

” Hal yang menarik yaitu aktor mengemasnya kedalam kotak-kotak peti serta dikemas seperti bungkusan pasir, ditutup, serta di kirim lewat layanan pos dari Aceh ke Jakarta untuk di jual ke Jakarta serta sekelilingnya, ” tutur Andry.

Dia menerangkan, saat paket itu di ambil oleh seseorang aktor, Papur (45), serta akan dimasukkan kedalam mobil pengiriman PT Pos, petugas segera menyergap aktor serta menggeledah isi paket-paket itu.

Mengenai Papur datang ke kantor pos untuk tunjukkan resi penerimaan paket serta setelah itu juga akan diantar ke maksud memakai mobil PT Pos yang disiapkan untuk mengantar paket.

” Di dalamnya telah ada lima buah paket peti yang dibungkus karung goni serta styrofoam semasing peti diisi 24 bungkus daun ganja kering, ” ungkap Andry.

Gagasannya, paket-paket ganja itu juga akan di kirim ke banyak wilayah di Jakarta, satu diantaranya ke Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam peluang yang sama, Andry juga mengemukakan kalau Polsek Matraman, Jakarta Timur, juga menangkap dua tersangka yang memiliki delapan paket ganja seberat 350 gr serta sebungkus rokok diisi tiga linting ganja, Minggu (7/7/2017) awal hari.

Ke-2 tersangka yang di tangkap Polsek Matraman yaitu RH (36) serta JN (46).

Mengenai Papur, RH serta JN dapat dibuktikan tidak mematuhi Pasal 114 ayat 2 sub pasal 111 ayat 2 jo Pasal 132 (1) Undang Undang Nomor 35 Th. 2009 dengan hukuman paling lama 20 th. penjara.