SHARE

Muhammad Dheri Maulana Akbar, mahasiswa semester 6 jurusan Tehnik Elektro, Fakultas Tehnik, Kampus Brawijaya, Malang membuat inovasi penyembuhan kanker payudara dengan buah ciplukan atau Physalis Minima Linn.

Buah yang sering diketemukan di rimbun rerumputan itu jadi bahan paling utama therapy kanker payudara berbasiskan system uap air nano yang dihantarkan lewat medium cahaya laser ultraviolet.

Dheri menerangkan, awal mula buah ciplukan itu diekstrak. Lalu, buah itu dipanaskan lewat alat yang telah disediakan. Alat itu terbagi dalam tempat pemanas air, viberator, serta alat tehnologi pendukung yang lain.

Sesaat jumlah ekstrak buah ciplukan dalam sekali therapy sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Lalu, ciplukan yang telah diekstrak itu diseduh dengan air yang kandungan H2O nya semakin banyak lantas dipanaskan.

” Bergantung dosis dari dokter. Sesudah tahu tumor size-nya berapakah, kelak dokter juga akan memberi dosis sesuai sama kutipan yang sesuai sama, ” tuturnya.

Sesudah menjangkau panas dalam derajat celcius spesifik, ekstrak kutipan itu juga akan menguap. Uapnya lantas dialirkan lewat selang kecil ke sensor kelembapan yang tertempel di kulit payudara yang terserang kanker.

Kemudian, lewat sensor kelembapan, cahaya laser ultraviolet juga akan bekerja menuturkan ekstrak buah ciplukan itu lewat pori-pori kulit ke sumber penyakit.

” Jadi mendeteksi ciplukannya, telah bereaksi belum juga sama etanol? Bila telah, cahaya laser ultraviolet juga akan bekerja, ” tuturnya.

Langkah tersebut disebutkan Dheri lebih efisien daripada buah itu dikonsumsi. Bila dikonsumsi, kandungan yang ada didalam ciplukan tidak semuanya masuk kedalam sumber penyakit.

Sesungguhnya, ada banyak senyawa aktif yang ada didalam ciplukan. Tetapi yang dipakai untuk penyembuhan kanker payudara cuma ada tiga senyawa aktif, yaitu flavonoid, saponin, serta fisalin.

” Unsur senyawa aktif flavonoid, saponin, serta fisalin bisa turunkan fase kanker, ” tuturnya.

Bila therapy itu dikerjakan teratur sepanjang enam bln., 68 % kanker payudara yang terkena seorang juga akan pulih atau sel kankernya juga akan terurai. Tetapi, therapy type ini tidak disarankan untuk pasien kanker payudara fase tiga ke atas.

Sebab di kuatirkan kanker payudara fase tiga ke atas juga akan jadi bertambah kronis bila terkena radiasi.