SHARE

Belakangan ini berbagai demo ke Komisi Pemberantasan Korupsi kembali marak. Dalam sepekan terakhir ada beberapa kali demo yang dilakukan beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa ke lembaga antirasuah itu. Dari penelusuran Nasionalisme.net, yang paling sering terjadi adalah demo terkait skandal Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Demo agar KPK lebih memprioritaskan penuntasan kasus megakorupsi SKL BLBI yang jelas-jelas  ebih menyengsarakan rakyat kecil dibanding berbagai kasus korupsi lainnya itu, termasuk e-KTP, dilakukan oleh berbagai eleman masyarakat dan mahasiswa.

Beberapa hari lalu juga ada demo atau unjuk rasa di depan gedung KPK, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ratusan pendemo dari Mahasiswa Melawan Lupa Mega Korupsi BLBI menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyidik KPK segera menuntaskan
persoalan yang telah bertahun-tahun ditangani KPK, yakni Korupsi BLBI.

“Kami minta KPK segera tuntaskan kasus BLBI. Seret Sjamsul Nursalim, Bos Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan kaki tangannya‎ Boyke Gozali serta Artalyta Suryani (Ayin),” teriak koordinator aksi.

blbi

Dari atas mobil komando, Koordinator aksi menyampaikan sudah hampir 13 Tahun Kasus Mega Korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sengaja dibiarkan oleh para penegak Hukum.  Oleh karena itu, mereka datang ke KPK untuk mengingatkan KPK agar segera menuntaskan kasus mega korupsi BLBI dan menyeret pihak-pihak manapun yang terbukti terlibat tanpa pandang bulu.  Beberapa kali aksi sempat memanas antara mahasiswa dengan anggota kepolisian yang mengamankan aksi.

Aksi memanas saat para mahasiswa membakar ban, lalu anggota Polri berupaya memadamkan api. Mahasiswa tidak terima dan sempat terjadi keributan.  Di akhir aksinya, koordinator aksi menyatakan aksinya hari ini bukanlah gerakan atau aksi anarkis. Melainkan sebagai bentuk menangih janji dan tanggung jawab KPK dalam memberantas korupsi.