SHARE
Irjen Setyo Wasisto, siap bekerja sama memberantas korupsi dimana saja.

Berbagai desakan agar Polri kembali tampil terdepan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, disikapi dengan positif. Mabes Polri bahkan langsung mengkaji wacana pembentukan Detasemen Khusus (Densus) yang menangani tindak pidana korupsi.

Satuan ini ke depan akan mempunyai kewenangan setara komisi untuk meningkatkan pemberantasan korupsi. Semua modal dan kekuasannya akan setara dengan KPK.

“Tentu kami akan melakukan pengkajian. Kami akan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyangkut penambahan personel,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Divhumas Mabes Polri.

Selanjutnya menurut Setyo, Polri dalam waktu dekat segera menyusun Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang baru. Menurut Setyo, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang kini di stuktur organisasi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) akan dipisah untuk peningkatan status Densus anti korupsi.

“Satuan kerja sendiri seperti Densus diharapkan lebih bisa leluasa menangani kasus korupsi,” ujarnya.

Setyo belum bisa memastikan waktu kajian hingga terwujudnya pasukan khusus anti korupsi. Perubahan SOTK, kata Setyo, butuh persiapan dengan rentang waktu cukup panjang.

“Mudah-mudahan bisa cepat direspons, karena perubahan SOTK cukup panjang,” tutur Setyo.

Jika Densus Tipikor terbentuk, maka bisa mengisi kekosongan atas sejumlah kasus korupsi yang kini mangkrak di KPK. Bahkan Densus Tipikor pun memiliki wewenang untuk menyidik siapa saja, termasuk dugaan korupsi yang selama ini ada di KPK sendiri.

Baca Juga  Andi Narogong Hanya Bahas Atribut Partai dengan Setya Novanto