SHARE
Puri Cikeas, dikenal sebagai salah satu pusat kekuasaan dan korupsi.

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sering di kait-kaitkan kasus korupsi di eranya ketika menjabat. Beberapa kasus SBY susah diungkap sampai hilang ditelan bumi. Mulai dari kasus korupsi hingga HAM.

Inilah 5 Rahasia Kasus SBY susah terungkap

1. Anas Sebut KPK dan Kapolri disinyalir orang suruhan SBY yang siap mengamankan SBY dan kroninya

Anas Tuding SBY & Ibas Korupsi, mungkinkah SBY Presiden RI pertama yang masuk penjara? Bisa jadi ya atau tidak. Tergantung siapa yang mengusutnya, sementara KPK dan Kapolri disinyalir orang suruhan SBY yang siap mengamankan SBY dan kroninya.

Penemuan surat kaleng dari staf KPK kepada Anas menjadi tanda tanya besar ada skema rekayasa Anas. Surat yang ditemukan di sekretariat PPI itu berisikan bahwa KPK merekayasa kasus Anas dan SBY yang menerima uang dana kampanye dari Nazarudin eks Bendahara Umum Partai Demokrat.
Dalam penyitaan barang-barang di rumah Anas juga membuka tabir keterlibatan KPK yang menjadi anjing herder Presiden SBY.

KPK sibuk memainkan isu nasional merusak citra Anas dan mengabaikan Mahfud yang menjadi pintu masuk ke Attiyah Laila istri Anas Urbaningrum untuk dijadikan tersangka, lalu kenapa KPK mengejar-mengejar athiya, namun kasus Bunda Putri alias Bu Pur malah ditinggalkan ?

Ditemukan surat dari pegawai KPK, awalnya tidak akan disampaikan oleh Anas karena rahasia. Tapi ini sudah dibawa oleh KPK jadi harus disampaikan.

“Kita terbuka saja dan siapa pun diperiksa, jangan ada special treatment. Saya hanya minta itu, jangan ada special treatment, perlakuan khusus,” ujarnya di kantor KPK, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Sby diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun dan KPK harus turut serta memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengusut kasus proyek Hambalang.

Firman menambahkan ke dua tokoh ini penting diperiksa mengingat ada dugaan dana proyek Hambalang mengalir di Kongres Partai Demokrat 2010.
“Kan ada Pak Ibas. Kan ada juga fungsi fungsi yang lain, Dewan Pembina. Ada persoalan Pak Ibas, pak SBY di dalam pelaksanaan kongres itu. Kan keterlibatan semua pihak harus dibuka, jangan ada special treatment,” ujar Firman. 1

Meme ini menjadi booming setelah lakon dalam iklan Partai Demokrat terkena kasus korupsi semua.
Meme ini menjadi booming setelah lakon dalam iklan Partai Demokrat terkena kasus korupsi semua.

2. Fakta Korupsi Cikeas semakin kuat namun tidak ditindaklanjuti

Dari penggeledahan itu, ditemukan surat yang disebut dari pegawai KPK. “Ditemukan surat dari pegawai KPK,” kata juru bicara PPI Ma’mun Murod Al-Barbasy, Selasa (13/10).Kata Ma’mun, awalnya surat itu tak akan dipublikasikan ke publik. Lantaran disita KPK, maka isi surat itu dinilai layak disampaikan ke publik.

“Sifatnya rahasia. Tapi karena digeledah, ketahuan dan kemudian dibawa oleh KPK, maka kami merasa penting surat itu harus dibacakan,” ujar dia.

Dalam surat itu, kata Ma’mun tidak disebutkan identitas pengirim. “Tetapi, di dalamnya ada nomor ponsel segala macam, tapi tidak bisa saya sebutkan. Kalau ingin jelasnya, silakan ke KPK. Data ini sudah ada di KPK,” ujar Ma’mun.

Pada surat pemeriksaan KPK pada Nazarrudin terungkap bahwa Presiden SBY terima dana kampanye pilpres 2009 dan BAP nya sudah di tandatangani Nazarudin namun tidak pernah diungkit KPK. Demikian halnya dengan BAP Edie Baskoro yang terlibat kasus Hambalang raib di KPK, tragisnya gedung BPK terbakar dan sekarang sejumlah arsip MK hilang terkait pengangkatan SBY-Boediono..!!

Choel sudah diketahui gemar memberikan suap kepada Edhie Baskoro Yudhotono (Ibas) dan anggota keluarga Cikeas, termasuk hadiah mobil mewah seperti Ferari dan sejenisnya.
Choel juga penyimpang rahasia busuk Cikeas yg terkait dgn aliran dana dan penggunaan uang korupsi bank Century utk kepentingan PD/ SBY,

Ingat, choel adalah pimpinan FOX Indonesia, mesin opini dan pencitraan PD/SBY yang banyak menghabiskan uang kampanye termasuk dari Century,
Ingat, Choel juga pernah disebut2 punya hubungan special dengan Hartati Murdaya Poo. Mereka berdua pasangan serasi membobol dan korupsi uang negara.

Tak hanya di kejutkan dengan berita hilangnya BAP ibas di KPK dalam kasus hambalang. BAP itu sengaja di hilangkan untuk menutup pemberian mobil ferrari dari Choel mallarangeng kepada Ibas. Kita di kejutkan dengan kebakaran gedung BPK lantai 11. Di lantai 11 gedung BPK itu adalah ruangan vital yang menyimpan berkas audit Century dan Hambalang.

Lengkaplah sudah permainan busuk KPK, BPK juga Istana untuk menyelamatkan orang-orangnya yang tersandung korupsi Hambalang dan Bank Century. Akhirnya listrik di jadikan “kambing hitam” dalam kebakaran tersebut.

Dengan hilangnya arsip ini, maka Rakyat harus tahu bahwa SBY dan Boediono bukan Presiden dan Wakil Presiden Rakyat, karena illegal, atas hilangnya arsip yang dipandang Mahkamah Konstitusi sebagai tindakan kesalahan prosedur.

Pengajuan Kapolri baru, Sutarman disinyalir untuk melindungi orang bermasalah di pusat kekuasaan. Rekam jejak Sutarman, baik selama menjabat Kapolda maupun Kabareskrim tidak menunjukan prestasi istimewa. Malah, Sutarman cenderung menunjukan catatan hitam.
Dan ini perlu dibuka untuk diketahui dan dikritisi :

A. Komjen Sutarman berdiri paling depan membela Irjen Joko Santoso Koorlantas Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM, kasus korupsi besar diusut KPK yang aliran dananya terindikasi menyentuh level bintang 3 bahkan 4. Jadi, komitmen Sutarman terhadap pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap KPK patut dipertanyakan,” imbuhnya

B. kasus korupsi besar ditangani kabareskrim yang merugikan Negara ratusan milyar rupiah yang melibatkan tokoh besar seperti korupsi alat kesehatan yang melibatkan Siti Fadila Supari, mantan Menkes yang saat ini menjabat dewan penasehat presiden, tak ada kemajuan.

C. Penanganan korupsi tender plat nomor kendaraan bermotor triliunan rupiah di Koorlantas tak jelas dan menolak ditangani KPK,” imbuhnya.

D. Kasus surat palsu Andi Nurpati di Mahkamah Konstitusi yang dilaporkan tokoh sekaliber Ketua MK waktu itu Mahfudz MD, dengan bukti sangat jelas, dicuekin bahkan ditutup kasusnya.
Lalau kapan Ibas dan SBY diajukan ke Pengadilan? Menjadi gelap ketika KPK dan Polisi masih berada dalam ketiak penguasa, rasanya revolusi dan rezim baru yang bisa menjawabnya. Wallahu’alam 2

SBY, pendiri Partai Demokrat yang sibuk urusi korupsi anak buahnya.
SBY, pendiri Partai Demokrat yang sibuk urusi korupsi anak buahnya.

3. Kasus yang Disebut WikiLeaks Diduga Menyeret SBY dan Mega Hilang Tanpa Jejak

Australia telah mengeluarkan perintah pembungkaman pada kasus dugaan korupsi multi-juta dolar yang disebut melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri.

Kasus yang dimaksud adalah, dugaan korupsi proyek pencetakan uang kertas yang melibatkan dua perusahaan Australia.

Demikian diungkap situs antikerahasiaan WikiLeaks. Dua perusahaan itu adalah Reserve Bank of Australia (RBA) dan Note Printing Australia. Selain SBY dan Mega, beberapa tokoh dan pemimpin Asia lainnya juga diduga terlibat.

Menurut WikiLeaks dalam dokumen tertanggal 29 Juli 2014, karyawan dari kedua perusahaan itu diuga menyuap para pejabat Indonesia, Malaysia, dan Vietnam untuk memenangkan kontrak pencetakan uang kertas.

”Ini adalah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana ada sensor oleh pihak berwenang Australia mengenai kasus (dugaan korupsi) senilai multi-juta dolar,” bunyi dokumen WikiLeaks.

”Aparat keamanan nasional telah dipanggil oleh pihak berwenang Australia untuk mencegah pelaporan kasus ini untuk melindungi hubungan internasional negara-negara itu,” lanjut dokumen situs yang didirikan Julian Assange itu.

WikiLeaks merasa heran dengan media-media, terutama media Australia yang tidak mempublikasikan kasus ini. Kendati demikian, dokumen itu tidak merinci keterkaitan SBY dan Mega secara detail dalam kasus proyek pencetakan uang kertas itu. Selain SBY dan Mega, mantan menteri di era Megawati, Laksamana Sukardi juga disebut WikiLeaks. 3

SBY dan meme.
SBY dan meme.

4. Banyak Menteri di Era SBY Korupsi

Mantan Kepala Koordinator Renovasi Pembangunan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sri Utami bersaksi dalam sidang dugaan korupsi dana di kementerian itu dengan terdakwa Waryono Karno.‎ Dalam kesaksiannya, Sri mengaku mantan Menteri ESDM Jero Wacik pernah memakai uang negara untuk menjamu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu terungkap ketika Ketua Majelis Hakim Artha Theresia mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sri. Pada BAP itu, Sri menyebut Kementerian ESDM pernah mengucurkan dana untuk keperluan main golf SBY dan Jero.

“‎Ini ada uang entertainment‎ buat apa? Di sini itu ada buat uang golf (Jero) bareng Pak Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Hakim Artha mengonfirmasi BAP kepada Sri di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Sri yang ditanya sesuai BAP itu tak mengelak. Dia membenarkan ada dana jamuan golf SBY dan Jero dari uang Kementerian ESDM. “Iya,” kata Sri.‎

“Uangnya melalui protokol Menteri?” tanya Hakim Artha.

Sri kembali tidak membantah. “Iya,” ujar Sri.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Waryono Karno dengan 3 dakwaan dalam kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan perawatan gedung pada Kesekretariatan Jenderal Kementerian ESDM. Pada dakwaan pertama, jaksa mendakwanya telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi. Atas perbuatannya itu, dia didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 11.124.736.447.

Waryono diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubang dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Pada dakwaan kedua, Waryono didakwa telah memberikan suap sebesar US$ 140.000 kepada Sutan Bhatoegana selaku ketua Komisi VII DPR. Perbuatan Waryono tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a subsidair Pasal 13 UU Tipikor.‎

Dakwaan terakhir, Waryono disebut menerima gratifikasi berupa uang sebesar US$ 284.862 dan US$ 50.000. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 B UU Tipikor.

Edie Baskoro Yudhoyono, sang pangeran Cikeas.
Edie Baskoro Yudhoyono, sang pangeran Cikeas.

5. Anak SBY Disebut-sebut ikut Korupsi dalam Kasus Angie

Partai Demokrat (PD) kembali diuji dalam kasus suap dan korupsi. Adalah keterangan Angelina Sondakh (Angie) dalam sidang Nazarudin musababnya.

Dalam sidang lanjutan tuduhan pencucian uang untuk proyek kesehatan dan pendidikan, mantan anggota Komisi X DPR itu mengatakan proyek tersebut sudah diketahui Anas Urbaningrum dan sang pangeran, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Disebutnya nama Ibas dalam pusaran kasus suap dan korupsi yang melilit Nazaruddin dan Angie sudah untuk kesekian kalinya. Praktis, kasus tersebut masih akan menyita perhatian PD dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum.

“Jika dahulu penanggulangan kasus seperti ini bisa dideliver kepada kepada elite lapis kedua di PD. Sekarang tidak lagi. SBY harus turun tangan. Posisi beliau sebagai orang nomor satu di PD adalah alasannya,” buka Peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, Kamis (7/1/2016).

Dilanjutkan Dian, PD harus segera menuntaskan kasus tersebut. Apakah Ibas terlibat atau tidak? Karena jika kasus seperti ini berlarut-larut dalam penanganannya maka akan merugikan PD sendiri.

PD sendiri sudah merasakan efeknya. Di mana pada Pemilu 2014 perolehan suara mereka turun drastis. Hal itu dikarenakan partai besutan SBY menjadi bulan-bulanan media massa akibat banyaknya elite PD yang tersangkaut kasus suap dan korupsi.

“Sejatinya, PD pasti belajar pada hasil Pemilu 2014. Dengan begitu pada Pemilu 2019, penurunan suara tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Tentu saja, lanjut Dian, untuk memulihkan citra negatif yang sudah terlanjur terbangun itu, PD harus bekerja keras. Seperti bagaimana kader-kader PD tidak tersangkut pada persoalan yang sama.

 

sumber: rahasiakan.com