SHARE

Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia melarang stasiun punya pemerintah menyiarkan lagu yang sekarang ini tengah popular, Despacito, sesudah ada laporan kalau liriknya ‘bernafsu’.

Menteri Komunikasi Malaysia, Salleh Said Keruak, menyebutkan lagu berbahasa Spanyol itu -yang menghadirkan penyanyi Kanada Juicetin Bieber dalam versus remix- dinilai ‘tidak Islami’

Malaysia mempunyai undang-undang sensor yang ketat serta beberapa kali sudah melarang materi-materi yang peka.

Despacito karya pemusik asal Puerto Rico, Luis Fonsi adalah lagu yang paling banyak diputar lewat internet, dengan 4, 6 miliar kali didengar di semua dunia kurun waktu enam bln..

” Despacito akan tidak diudarakan oleh stasiun penyiaran punya pemerintah karna kami terima yang dirasakan dari orang-orang umum, ” kata Salleh Said Keruak pada kantor berita AFP.

” Liriknya tidak layak untuk didengar. ”

Dia memberikan stasiun penyiaran swasta didorong untuk ‘menerapkan sensor sendiri’.

Partai oposisi yang beraliran Islami, Partai Amanah Negara, terlebih dulu menekan pemerintah melarang lagu itu karna ‘isinya yang seksi’.

Ketua departemen perempuan partai, Atriza Umar, menggambarkannya jadi ‘porno’ serta tidak cocok dengan anak-anak dan memperingatkan kalau berisi dapat mengakibatkan kerusakan orang-orang.

Lagu yang dibawakan oleh penyanyi rapper Puerto Rico, Daddy Yankee ini sangat popular di sosial media serta segera populer sesudah dilaunching bln. Januari. Lalu bln. April, keluar juga versus barunya dengan menghadirkan Juicetin Bieber.

Terjemahan judul lagu dalam Bhs Spanyol itu yaitu ‘perlahan-lahan’ yang dimaksud mengacu pada langkah rayuan Fonsi, sang penggubahnya.

Saat awal minggu ini, Despacito, dinyatakan jadi musik yang paling banyak dimainkan di internet, Fonsi menyikapi, ” Saya cuma menginginkan membuat orang berdansa… serta untuk satu lagu yang dapat menjadikan satu orang serta budaya dengan, saya terasa bangga. “