SHARE

LANGSA – Tim Unit Reserse Kriminil Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Langsa membekuk Devi Syahputra (35), tersangka masalah penipuan pertolongan perbaikan tempat tinggal.

Pria ini terdaftar jadi warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa.

Berdasar pada pernyataan tersangka serta beberapa korbannya yang melapor ke polisi, mulai sejak Mei-Juli 2017 tersangka telah memperdaya 21 orang korban dengan iming-iming dapat bantu mengurusi untuk memperoleh dana perbaikan tempat tinggal duafa dari Gubernur Aceh.

Tetapi, untuk peroleh dana disebut, ia tarik uang dari beberapa korbannya dengan dalih uang itu dibutuhkan untuk buka rekening bank, setoran awal, serta mengurusi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Nantinya, bila uang itu cair, jadi juga akan ditransfer segera ke rekening yang ada kartu ATM-nya itu.

Dalam menggerakkan aksinya, ungkap Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa SIK, lewat Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK di Langsa, Minggu (9/7/2017), tersangka Devi mendatangi korban yang rata-rata berpendapatan rendah atau warga miskin.

Pada beberapa korban ia janjikan kalau ada pertolongan dana untuk perbaikan tempat tinggal yang didapatkan Gubernur Aceh.

” Pada beberapa korbannya, tersangka DS mengiming-imingi dapat mengurusi pertolongan dana untuk perbaikan tempat tinggal duafa. Namun prasyaratnya, korban mesti menyetorkan uang untuk membuat ATM dari mulai 700 ribu sampai 1, 5 juta rupiah, supaya uang tempat tinggal pertolongan itu nanti di kirim ke rekening ATM bank korban, ” tutur AKP M Taufiq.

Namun sesudah dinanti berbulan-bulan, pertolongan dana yang dijanjikan Devi Syahputra tidak sempat ada. Itu yang membuat beberapa korbannya mengadu ke polisi. Jumlah korban yang mengadu menjangkau 21 orang.

Atas basic pengaduan beberapa korban, polisi bergerak untuk mencari Devi. Ia diketemukan serta pada akhirnya di tangkap polisi pada Sabtu (8/7) sore di Desa Jamur Labu, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Menurut Kasat Reskrim, tersangka Devi di tangkap karna disangka sudah lakukan tindak pidana penipuan serta penggelapan uang di banyak wilayah hukum Polres Langsa serta lokasi hukum Polres Aceh Tamiang mulai sejak bln. Mei sampai Juli 2017 dengan jumlah korbannya 21 orang.
Dari tangan aktor polisi juga mengambil alih tanda bukti (BB) berbentuk 21 eksamplar berkas yang terdiri atas foto copy ktp (KTP), kartu keluarga (KK), serta surat tanah punya korban.

Uang tunai beberapa Rp 940. 000, dua unit ponsel tablet merk Advan serta Samsung duos, dan sepmor merk Honda Beat BL 5280 FU.

Dalam menggerakkan aksinya, tersangka Devi menjumpai korban yang rata-rata berpendapatan rendah atau warga miskin.

Pada beberapa korban ia janjikan akan pertolongan dana untuk perbaikan tempat tinggal yang didapatkan Gubernur Aceh.

Terkecuali mengutip uang beragam dari Rp 700 ribu sampai Rp 1, 5 juta itu, tersangka juga memohon pada korban foto copy KTP, KK, dan surat tanah serta memfoto tempat tinggal korban yang juga akan diperbaiki.

Dengan trick sesuai sama itu, sudah pasti korban yakin serta menyerahkan uang administrasi yang disuruh tersangka.

Tetapi, korban terasa berprasangka buruk, karna sesudah memberi uang itu tak ada berita apapun dari tersangka Devi.

ATM yang dijanjikan juga tidak sempat ada wujudnya.

Terasa ditipu, lantas korban memberikan laporan masalah ini pada polisi.

” Karena tindakannya itu, mulai sejak Sabtu tersangka DS telah diamankan di sel tahanan Mapolres Langsa untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, ” kata AKP M Taufiq.