SHARE

DUKUNGAN untuk Setya Novanto atas penzholiman yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir. Luar biasa. Tak terkecuali simpati dan empati yang diberikan seluruh elite Partai Golkar. Dari Ketua Dewan Pembina Ir.Aburizal Bakrie, hingga Ketua Dewan Pakar Ir.Agung Laksono, keduanya kompak meminta Setya Novanto bisa tetap fokus atau mampu memusatkan perhatiannya sepenuhnya untuk menjalankan tugas-tugas partai dan sekaligus sebagai Ketua DPRF.

ARB, sapaan akrab Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono, juga sama-sama mendorong Setya Novanto untuk mengajukan upaya hukum praperadilan untuk menghadapi penzholiman dari KPK melalui penetapan sebagai tersangka atas indikasi  keterlibatannya pada kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Dewan Pembina dan Dewan Pakar memberikan bantuan hukum kepada Setya Novanto selaku Ketua Umum DPP Partai Golar untuk menyelesaikan permasalahan hukum dengan mendorong praperadilan dan upaya hukum lainnya.

“Dewan Pakar Golkar juga mendukung keputusan dari rapat pleno yang digelar oleh pengurus harian,” ungkap Agung Laksono, yang Jumat (21/7) siang menerima Setya Novanto. Mantan Menko Kesra itu menampik bahwa penetapan tersangka Setya Novanto akan mempengaruhi citra Partai Golkar di perhelatan Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu 2019. Menurut Agung, ‎citra partai berlambang beringin itu tidak akan rusak selama Setya Novanto mengikuti seluruh proses penegakan hukum.

Hasil gambar untuk setya novanto bersama ketua dewan pakar agung laksono
Setya Novanto dan Agung Laksono. Dewan Pakar Golkar memberikan bantuan hukum dan mendorong diajukannya praperadilan.

“‎Yang penting itu niatnya. Sebelumnya pada pemeriksaan kami juga telah mendorong siapapun yang diminta penegak hukum untuk mengikuti setiap prosesnya. Artinya kami menjunjung tinggi upaya penegakan hukum dan ini tetap positif bagi kami,” tegas Agung Laksono, yang sudah menerima tujuh keputusan dari Rapat Pleno DPP Partai Golkar, Selasa lalu.

Adapun tujuh poin hasil pleno yang dibawa DPP dalam rapat bersama Dewan Pakar Golkar adalah sebagai berikut:

Baca Juga  Ini Bukti KPK Terus Mengintimidasi Fahd El Fouz

1. DPP tetap konsisten melaksanakan hasil musyawarah luar biasa, khususnya yang berhubungan dengan dukungan terhadap pemerintah Jokowi-JK.

2. DPP tetap melaksanakan Rapimnas 2017 khususnya yang berkaitan dengan pencalonan Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

3. DPP tetap melaksanakan keputusan Rapimnas 2016 untuk tidak melaksanakan munas luar biasa.

4. DPP setuju keputusan Ketum Golkar menugaskan Ketua Harian dan Sekjen untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi-fungsi harian dan tetap berkoordinasi dan tetap melaporkan kepada Ketua Umum Golkar, yaitu Setya Novanto.

Hasil gambar untuk setya novanto bersama ketua dewan pakar agung laksono
Setya Novanto bersama Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono.

5. Berkaitan dengan proses pengambilan keputusan terhadap Undang-Undang Pemilu pada 20 Juli 2017, seluruh anggota fraksi diwajibkan hadir dalam memperjuangkan penegasan Partai Golkar.

6. DPP Golkar meminta anggota fraksi pemenangan pemilu Indonesia untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh kader berkaitan dengan kondisi terkini Partai Golkar, baik internal maupun eksternal.

7. DPP Golkar menyikapi permasalahan dan antisipasi ke depan harus tetap berpegang teguh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta seluruh peraturan pelaksanaan.‎