SHARE

Jakarta – Kesan pertama waktu berjumpa dengan sosok yang satu ini, ramah serta gampang bergaul. Gadis berkerudung kelahiran Jakarta 20 th. waktu lalu ini di kenal dengan nama panggilan Dhina.

Yang memiliki nama komplit Shofa Ramadhina ini adalah mahasiswi President University jurusan Tehnik Industri angkatan 2015. Mulai sejak semester awal, Dhina begitu aktif berorganisasi di kampusnya, dari sinilah Dhina dipilih turut Education Fun Holiday Goes to Sydney pada Desember 2016.

Program tahunan yang diadakan oleh Telkomsel ini pilih 22 orang dari beragam kampus di Indonesia untuk turut program khusus yang memberi peluang pada beberapa mahasiswa untuk belajar sekalian berlibur ke luar negeri sepanjang 1 minggu. Untuk th. 2016 mereka memperoleh peluang ikuti training Mindful Leadership di Sydney, Australia. Demikian usai, juga akan peroleh sertifikat bergelar MBA.

” Saya dipilih dari 1. 000 mahasiswa yang mendaftar. Karna Telkomsel menilainya saya aktif berorganisasi. Saya orangnya memanglah tidak dapat diam hingga daya saya mesti disalurkan ke hal yang positif, jadi saya aktif beorganisasi di universitas. Sekarang ini saya diakui jadi The Chairperson of PUMA IE serta external relation PUSU (BEM) President University yang bertugas mencari sponsorship serta partnership. Dari sinilah saya kenal banyak link company, satu diantaranya Telkomsel, ” ungkap Dhina dalam info tertulis dari President University, Jumat (21/7/2017).

Dhina mengemukakan terima kasih pada Telkomsel yang sudah memikul semuanya cost terbang ke Sydney, seperti ticket pesawat PP, visa, airport tax, pengurusan paspor, akomodasi serta uang saku. Ada pengalaman seru yang dirasakannya sepanjang di Sydney.

Saat training berjalan, dengan skill bhs Inggris yang dipunyainya, Dhina seringkali disuruh mewakili peserta yang lain untuk bicara pada speaker yang datang dari Melbourne, Australia.

Baca Juga  Di Konferensi Penelitian Media, Dosen Ini Raih Travel Grant

” Lebih serunya sekali lagi, nyatanya di Sydney banyak warga pendatang terlebih yang dari Asia, demikian multi kultural, hal sama yang saya jumpai di President University. Serta ada yang unik, beberapa toko di Sydney jam 16. 00 telah tutup. Cuma di hari Rabu dapat buka sampai jam 19. 00 yang di kenal dengan Shopping Day. Jadi kota usaha, cost hidup di Sydney begitu tinggi hingga banyak pekerja yang lebih pilih tinggal di daerah pinggir, ” ungkap Dhina sharing pengalaman sepanjang di Australia.

Prestasi di Bagian Riset

Terkecuali aktif di organisasi, nyatanya mulai sejak duduk di bangku SMP Dhina seringkali bersentuhan dengan aktivitas penelitian. Karena aktivitas yang satu ini, lulusan SMA Sampoerna Academy Boarding School Bogor ini memperoleh beasiswa penuh di President University lewat jalur prestasi.

” Waktu di SMA saya turut pertandingan riset di Makau, mengenai pemakaian matahari serta air laut untuk digunakan oleh nelayan, serta memperoleh The Best Esei. Lalu sertifikatnya saya cobalah masukan ke President University hingga bisa beasiswa penuh, ” ungkap mahasiswi semester 6 ini.

Terkecuali karna beasiswa, ketertarikan Dhina untuk kuliah di President University juga menginginkan tingkatkan skill bhs Inggrisnya yang telah dia peroleh mulai sejak bangku SMA yang memanglah berbasiskan bhs Inggris.

” Masuk jurusan Tehnik Industri karna mulai sejak dahulu saya sukai komunikasi serta manajemen, namun dari SMP saya seringkali lakukan penelitian. Jadi pernah bimbang, pada akhirnya saya ambillah jurusan ini karna industrial komplit, bukan sekedar sains namun dapat belajar akunting, pembukuan serta marketing. Nanti saat lulus, saya inginnya bukan sekedar bekerja namun dapat juga improvement, ” ungkap Dhina yang aktif di Ambassador President University dimuka kuliahnya.

Baca Juga  Di Sydney, Diperkenalkan Aplikasi Berbagi Sepeda

Ketika itu, Dhina dengan timnya turut mencatatkan prestasi yang membanggakan. ” Saya sempat turut arena Green City Competition Atma Jaya 2015 tingkat nasional, serta memperoleh juara ke 3. Kami membuat seperti lempengan yang ditempel pada dinding. Fungsinya untuk menyerap panas matahari yang lalu dapat dirubah jadi daya listrik. Keinginannya hasil riset ini juga akan saya teruskan waktu kelak ke S2, ” tutur Dhina yang mimpinya kuliah di Jerman ini.