SHARE

JANTHO – Sejumlah 88 Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Tani (THL-TBPP) Aceh Besar belum juga terima honor untuk jatah bln. Juni lantas, sebab sekarang ini mereka telah berstatus CPNS.

Hingga keadaan itu merugikan beberapa THL yang sampai kini tetaplah bekerja seperti umumnya.

Ketua Komunitas Komunikasi THL-TBPP Aceh Besar, Jefri Irawan menyebutkan, Aceh Besar mempunyai sejumlah 167 orang penyuluh tani yang menyebar di semuanya kecamatan, sejumlah 88 orang sudah jadi CPNS serta berkasnya sudah di kirim ke BKN pada Mei 2017.

Hingga mulai sejak waktu itu upah jadi THL sudah dihentikan serta status THL dihapuskan.

Mengakibatkan, pada Juni 2017 mereka tidak memperoleh upah, sedang untuk CPNS mereka belum juga memperoleh NIP serta SK.

Beberapa Penyuluh Tani ini juga mengeluhkan tidak dibayarkan upah, walau sebenarnya mereka harus juga penuhi keperluan keseharian. Sebab, sampai kini mereka tetaplah bekerja seperti umumnya, berikan pendampingan pada petani.

Sedang, 79 orang penyuluh yang lain tetaplah memperoleh upah jadi THL, tetapi mereka tidak mempunyai kejelasan, tetaplah berstatus THL atau juga akan turut diangkat jadi CPNS.

Jefri mengatakan, 88 penyuluh yang telah CPNS berumur 35 th. ke bawah, sedang 79 penyuluh yang masih tetap THL yang berumur 35 th. ke atas.

Jefri memberikan, terkecuali tidak cairnya upah, sebagai problem yakni munculnya kecemburuan sosial diantara sesama penyuluh tani.

Sebab sampai kini mereka bekerja dengan pekerjaan yang sama tetapi cuma beberapa sebagai CPNS.

“Kita minta Pemkab bisa berikan kejelasan tentang problem ini, karna keadaan begini bisa turunkan kemampuan beberapa penyuluh tani di lapangan, jadi mesti ada jalan keluar secepat-cepatnya lah, ” tutur Jefri tempo hari.

Baca Juga  Gading Hilang, 1 Ekor Gajah Jantan Ditemukan Mati di Aceh

Sesaat anggota DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz memohon Pemkab Aceh Besar supaya selekasnya menindaklanjuti problem ini, dengan lakukan advokasi supaya SK serta NIP beberapa penyuluh tani itu selekasnya di keluarkan.

Dan memberi kepastian serta keterangan pada beberapa penyuluh tani yang masih tetap berstatus THL.

Menurut dia, tanggapan cepat dari Pemkab Aceh Besar dinilai begitu perlu, untuk melindungi semangat serta kemampuan beberapa penyuluh.

Terlebih, minggu depan Aceh Besar juga akan di pimpin oleh pemerintahan yang baru, pasti memerlukan kemampuan paling baik di semuanya jajarannya.