SHARE

Jakarta – Kementerian Perhubungan mengambil alih Bus Pesta Royale VIP yang disewakan dengan hiburan wanita bergoyang di dalamnya. Bus itu diambil alih karna tidak mempunyai izin sesuai sama ketetapan Kemenhub serta bisa membahayakan keselamatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan bus pesta itu diketemukan di lokasi Bintaro, Tangerang Selatan. Sesudah diketemukan, bus segera dibawa ke kantor Kemenhub.

” Kita ambillah di daerah Bintaro, ” tutur Pudji di kator Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

Info tentang kehadiran bus pesta itu diketemukan lewat iklan di satu diantara media di Indonesia. Dari info itu, Pudji lalu lakukan pencarian selanjutnya.

Dalam pencarian, bus pesta di ketahui tidak memberikan alamat kantor. Tetapi ada kontak yang dapat dihubungi untuk lakukan pemesanan.

” Lantas, pada Rabu (19/7) Kemenhub menghubungi kontak itu, untuk pura-pura lakukan pemesanan, tetapi bus itu tidak dapat datang dengan argumen masih tetap di bengkel, ” tutur Pudji.

Esok harinya, Kemenhub kembali menghubungi pihak bus itu. Tetapi pihak bus mengakui masih tetap tidak dapat beroperasi karna masih tetap ada di bengkel.

” Jawabannya masih tetap sama, masih tetap di bengkel. Oleh karenanya Kemenhub pada akhirnya mengambil keputusan untuk mendatangi tempat Bengkel itu yang ada di daerah Bintaro, Tangerang, ” kata Pudji.

Bus yang dioperasikan oleh Royale VIP itu diklaim jadi party bus pertama di Tanah Air. Bus ini yaitu bus Mitsubishi yang interiornya dimodifikasi. Kokpit untuk sopir dipisah dengan ruangan paling utama untuk pesta. Lampu kelap-kelip menghiasi ruang ciri khas tempat pesta.

Ada sarana standard di bus berbentuk musik dengan sound sistem yang menggelegar, sarana karaoke, kulkas untuk menaruh minuman atau makanan, sampai toilet. Ada didalam bus ini merasa begitu privat.

Baca Juga  Kemenhub: Alasan Apapun Tak Bisa Dibenarkan, Terkait Kasus Petugas Bandara Ditampar

Bus Royal VIP Bus ini satu tahun lebih terakhir pernah marak di kelompok clubbers di Jakarta. Diperlengkapi pole dance, bus ini memanglah jadi alternatif untuk mereka yang menginginkan nikmati situasi pesta yg tidak umum.

Kemenhub mengambil alih Bus Pesta Royale VIP karna dipandang tidak mempunyai izin serta membahayakan keselamatan. Meskipun demikian, problem bus pesta lebih pada masalah norma karna terkait dengan dunia malam.

” Untuk bus pesta ini lebih relatif pada persoalan norma, meskipun semuanya administrasi serta izin usaha sudah dipenuhi, saya tidak mereferensikan bus ini beroperasi. Hal semacam ini karna terkait dengan dunia malam, tidak baik untuk generasi penerus bangsa, ” sebut Pudji.

Bus itu juga tidak ikuti uji kelaikan kendaraan sesuai sama ketentuan Kemenhub. Surat-surat izin jalan bus itu juga disangka palsu.

” Iya itu dia kerjakan (uji kelaikan kendaraan), namun kan yang kita susuri mungkin saja bodong (palsu), atau mungkin saja tidak sesuai sama (prosedur), ” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto waktu dihubungi, Jumat (21/7).

Penyelidikan sesaat Kemenhub tunjukkan ada yg tidak beres dengan operasional Bus Pesta VIP Royale. Pudji melihat bus itu juga akan membahayakan bila selalu dilewatkan beroperasi.

” Ya kita sita karna disamping itu pemiliknya itu belumlah ada, belum juga dapat menerangkan mengenai manfaat serta operasional. Namun kita sudah tahu dari hasil penyelidikan itu ada yg tidak beres. Tidak beres perizinanya, KIRnya, mengenai kelayak jalannya, itu yang kita check, ” kata Pudji.