SHARE

Mulai sejak Februari 2012, jemaat GKI Yasmin Bogor serta HKBP Filadelfia Bekasi mengadakan beribadah di seberang Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Pada Minggu (9/7/2017) sekitaran jam 13. 00 WIB, beberapa ratus jemaat ke-2 gereja kembali mengadakan beribadah.

Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengemukakan, beribadah yang dikerjakan jemaat ke-2 gereja dilangsungkan dua minggu sekali mulai sejak Februari 2012. Hingga, hari ini yaitu beribadah yang ke-147 kalinya.

” Mengapa kami lakukan beribadah disini, karna dua gereja kami yang sah, yang mengantongi izin pendirian tempat tinggal beribadah, dikuatkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara hingga di tingkat Mahkamah Agung, lalu bahkan juga ada ketentuan dari Ombudsman dalam masalah GKI Yasmin, namun nyatanya diabaikan oleh wali kota Bogor ataupun pemerintah Kota Bekasi, ” kata Bona.

Bona menyebutkan, walau perjuangan pihaknya telah dikerjakan beberapa ratus kali, tetapi dari jaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sampai Joko Widodo, ke-2 jemaat gereja sampai sekarang ini belum juga dapat tenang melakukan beribadah dirumah beribadah mereka yang sah.

” Hingga kami senantiasa datang ke tempat ini untuk mengingatkan siapa saja Presidennya kalau mereka miliki tanggungjawab konstitusional untuk meyakinkan kalau kepala daerah juga akan ikuti putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetaplah, putusan Mahkamah Agung serta Ombudsman dalam masalah yang terkait dengan penegakkan kebebasan beragama serta melaksanakan ibadah, ” ucap Bona.

Beribadah kesempatan ini dibarengi oleh sekitaran 120 orang, dengan pengkhotbah Pendeta Norita Yudiet Tompah dari Gereja Masehi Injili, Sangihe Talaud.

Norita didampingi Pendeta Nindyo Sasongko dari Gereja Kristen Muria Indonesia serta Pendeta Roy Simanjuntak dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Dalam beribadah Minggu itu, ada juga Pendeta Soritua A. E Nababan yang disebut bekas Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, dan bekas Wakil Ketua dari Komite Sentral Dewan Gereja-gereja se-Dunia.