SHARE

JAKARTA — Penambahan akses service kesehatan di ruang pesisir barat serta timur Kabupaten Mimika, Propinsi Papua, lewat service klinik terapung kemitraan pemda dengan Freeport Indonesia, yaitu satu diantara bentuk inovasi yang tersingkap dalam acara diskusi Komunitas & Expo Inovasi Indonesia (FEII 2017) di Jakarta.

Kemitraan pemerintah daerah serta partner kerjanya di daerah mempunyai peranan perlu jadi pembuat kebijakan serta memimpin proses SDGs (Sustainable Development Goals) dan beberapa praktek inovatif di tingkat lokal.

FEII 2017 yaitu acara yang diinginkan bisa jadi sumber ide yang bisa mendorong meluasnya praktek inovatif di daerah. Acara ini diadakan 19-21 Juli 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

SDGs jadi lanjutan Millenium Development Goals (MDGs) adalah program dengan pemerintah yang dibantu bersama oleh pihak swasta serta instansi swadaya orang-orang dalam usaha turunkan angka kemiskinan, memberi ruangan pada pekerja perempuan untuk berperan, penyediaan air minum dan menyelesaikan kekurangan gizi pada anak.

” Aktivitas ini membawa pesan, ada perjanjian negara-negara PBB untuk mengentaskan kemiskinan dengan selesai. Dapat disebutkan program kelanjutan dari MDG’s yang masih tetap tersisa pekerjaan, ” kata Erna Witoelar, dewan pembina Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah, satu diantara penyelenggara FEII 2017.

Dikatakannya, SDG’s juga mempunyai tujuan merampungkan problem efek sosial ekonomi yang muncul dari pembangunan. Satu diantara ciri dari program itu yaitu keterpaduan.

” Dahulu dalam program MDG’s yang disasar untuk mengerjakannya yaitu pemerintah. Saat ini semuanya pihak juga akan dilibatkan dalam pembangunan berkepanjangan, ” tutur bekas Menteri Pemukiman serta Pengembangan Lokasi ini. Menurut dia, Semuanya pihak, termasuk juga pihak swasta yang sampai kini memberi CSR juga akan turut dilibatkan. Begitu halnya LSM.

Baca Juga  Sampai Tahun 2031 Freeport Tetap Bisa Menambang Mineral Di Papua

Bekas Duta Besar Spesial PBB untuk MDGs Asia Pasifik ini mengapresiasi perusahaan-perusahaan seperti Freeport yang mengarah bidang kesehatan dengan memberi segera pada orang-orang Papua dengan bekerja bersama berpartner dengan dinas kesehatan setempat.

Dalam satu diantara session diskusi inovasi kemitraan perusahaan dengan pemerintah daerah, Kerry Yarangga, manager corporate communication PT Freeport Indonesia menuturkan, satu diantara bentuk support mereka di bidang kesehatan yaitu inovasi service klinik terapung, yang memberi frekwensi service terjadwal serta akses service kesehatan basic yang komplit termasuk juga untuk bedah minor.

“Kami juga berpartner dengan pemerintah daerah dalam mensupport mobilisasi transportasi udara untuk pasien darurat medis. ”

Klinik terapung itu berbentuk kapal memiliki ukuran 17 X 5 mtr., memiliki 13 penumpang. Kapal diperlengkapi dengan beragam sarana seperti 3 ruangan tidur, ruangan kontrol, ruangan observasi atau trauma, ruang laboratorium mini, serta ruangan obat.

Kerry menuturkan, alat-alat medis yang ada di klinik terapung meliputi alat penunjang diagnostik, seperti alat rekam jantung serta mesin kontrol darah komplit, alat medis perlakuan kegawatdaruratan seperti alat resusitasi, alat picu jantung, serta konsentrator oksigen. Klinik terapung ini diperlengkapi alat medis bedah minor, dan alat medis kontrol ibu hamil serta melahirkan.

Hal semacam ini juga di sampaikan oleh Saiful Taqim, Staf Pakar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang didapati di acara, “Pemda begitu terbantu terlebih dalam inovasi support akses pesisir laut serta udara, karna Pemda kesusahan terhubung puskesmas-puskesmas di pegunungan. Dalam kemitraan dengan Freeport, kami dibantu dalam menangani terbatasnya sumber daya. ”

Hal-hal lain yang membanggakan menurut Saiful, yaitu dengan kemitraan ini pihaknya berhasil turunkan dengan penting masalah malaria di Timika sebesar 70 %, serta mempunyai klinik perlakuan tuberkolasis (TB) paling baik di Papua serta di atas standard WHO.