SHARE

Beberapa orang yang datang dari sebagian elemen orang-orang perduli penyandang disabilitas menyambangi universitas Kampus Gunadarma di Jalan Margonda, Depok, Kamis (20/7/2017) siang.

Dalam kehadirannya itu, mereka menekan pihak universitas memberi hukuman penambahan pada beberapa aktor ” bullying ” pada Muhammad Farhan, yaitu berbentuk hukuman sosial.

Koordinator dari Orang-orang Perduli Autis Indonesia (Mpati) Sofa Bassar menyebutkan hukuman sosial yang dapat dijatuhkan pada beberapa aktor yaitu jadi pendamping beberapa orang disabilitas, terlebih yang disebut mahasiswa Kampus Gunadarma.

” Kita mengapresiasi skorsing yang dijatuhkan. Namun kita juga mengarahkan supaya ada pembinaan, yaitu berbentuk sangsi sosial, ” kata Sofa.

Terkecuali jadi pendamping untuk penyandang disabilitas, Sofa menilainya sangsi sosial beda yang dapat dijatuhkan beberapa aktor yaitu dengan disuruh untuk aktif dalam aktivitas sosial yang diselenggarakan instansi yang konsen pada beberapa orang disabilitas.

” Dengan semakin banyak bergaul dengan beberapa penyandang disabilitas, diinginkan mereka dapat miliki empati serta lebih mengetahui penyandang disabilitas, ” tutur Sofa.

Pada saat yang sama, Direktur Instansi Pertolongan Hukum (LBH) Disabilitas, Hari Kurniawan menyebutkan sangsi sosial seperti yang mereka katakan ini telah sempat diaplikasikan didalam sebagian masalah sama di beberapa masalah.

Untuk pendampingan pada mahasiswa disabilitas, Hari mengatakan beberapa aktor bullying dapat disuruh untuk menolong beragam kesibukan berkaitan dunia universitas, seperti menolong mengurusikan Kartu Gagasan Studi (KRS) maupun Kartu Hasil Studi (KHS).

Hari menilainya sangsi sosial bisa diaplikasikan sepanjang beberapa aktor melakukan skorsing dari universitas.

” Mereka dapat menolong menerjemahkan rekan-rekan (penyandang) disabilitas dalam berkomunikasi atau lakukan beberapa aktivitas kampanye perduli disabilitas di universitas, ” tutur pria yang disebut seseorang penyandang disabilitas ini.

Awal mulanya, elemen orang-orang perduli penyandang disabilitas yang datang ke universitas Kampus Gunadarma merencanakan menginginkan beraudiensi dengan pihak rektorat.

Tetapi, perwakilan dari pihak universitas menyebutkan pihak rektorat tidak dapat didapati karna disibukan dengan jadwal ujian akhir semester yang masih tetap berjalan di universitas itu.

Tiga mahasiswa Kampus Gunadarma sebagai aktor bullying pada Farhan dijatuhkan sangsi skors 12 bln. semasing berinisial AA, YLL, serta HN. Ketiganya adalah mahasiswa yang tampak didalam video serta terlihat jadi aktor paling utama bullying pada Farhan.

Terkecuali menskors 12 bln. pada tiga mahasiswa, Kampus Gunadarma juga menjatuhkan sangsi pada 10 orang yang lain. Tetapi, dengan skala sangsi yang lebih enteng. Seseorang mahasiswa berinisial PDP diskors sepanjang enam bln..

Disamping itu, sembilan orang mahasiswa yang lain yang tampak dalam video bullying di beri peringatan tertulis. Mereka yang di beri peringatan tertulis dipandang lakukan pembiaran pada tindakan bullying pada Farhan.