SHARE

Presiden Joko Widodo memohon Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendorong perkembangan ekonomi di Ibu Kota, satu diantaranya dengan menghimpit angka pengangguran.

Catatan Jokowi, ekonomi Ibu Kota tumbuh 6, 48 % pada triwulan pertama 2017.

Angka itu lebih tinggi dari perkembangan ekonomi nasional 5, 1 %.

Dengan perkembangan ekonomi sekian, angka pengangguran dapat ditekan jadi 5, 3 % dengan kata lain turun 0, 41 point di banding th. 2017.

” Saya berharap perolehan ini bisa ditingkatkan sekali lagi dengan mendorong perkembangan ekonomi yang berkwalitas hingga dapat buka lapangan pekerjaan yang baru dan dapat semakin banyak menyerap tenaga kerja, ” tutur Jokowi, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Jokowi menyebutkan, jadi Ibu Kota Negara, serta kota paling besar di Indonesia, DKI Jakarta miliki bermacam masalah, seperti ketenagakerjaan, urbanisasi, kemiskinan, ketimpangan sosial, penyediaan sarana humum sampai ke masalah tata ruangan.

Semua masalah itu tidak bisa dikerjakan sendirian.

Jokowi memohon Pemprov DKI Jakarta pro aktif bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menangani masalah itu.

” Saya menginginkan mengingatkan, dalam merampungkan masalah besar ini tidak dapat cuma dikerjakan cuma oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta semata, namun juga membutuhkan pertolongan serta keterlibatan pemerintah pusat, ” tutur Jokowi.