SHARE

Buron Reserse Kriminil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Rizal dengan kata lain Gogo (31), warga Jalan Urip Sumoharjo, RT 20 Kelurahan Pangpang, Makassar, beraksi di Kalimantan Timur.

Pria dengan tato di nyaris sekujur tubuhnya ini lakukan tindakan sama, yaitu pencurian, penipuan, serta pemerasan di Kalimantan Timur.

Paling tidak, lebih dari 30 tempat tinggal ataupun tempat usaha sempat disantroni Rizal di Kalimantan timur. Aksinya berhenti saat Reserse Polda Kalimantan timur menangkap Rizal di daerah Sidodadi, Samarinda Ulu, Jumat (7/7/2017), jam 00. 30.

“Korban di Kalimantan Timur saja hingga 32 orang. Di Sulsel semakin banyak sekali lagi, ” kata Direktur Reskrimum Polda Kalimantan timur Komisaris Besar Polisi Hilman, Minggu (9/7/2017).

Di Kalimantan timur, Rizal menipu lewat cara berpura-pura jadi polisi reserse narkotika. Dengan mengakui jadi polisi, ia menakut-nakuti korban serta masuk beberapa tempat spesifik, seperti tempat tinggal sampai tempat tinggal tempat melakukan bisnis.

Pada calon korban, ia mengemukakan juga akan menggeledah tempat tinggal. Lalu ia menyuruh si yang memiliki tempat tinggal untuk keluar, lantas dengan leluasa ambil barang bernilai si yang memiliki tempat tinggal.

Hilman mencontohkan pengelola satu tempat usaha travel di Balikpapan sebagai korban.

Rizal memohon kebanyakan orang didalam ruang yang didatanginya untuk menempatkan telepon genggam serta dompet mereka di meja. Lalu, semuanya telepon serta dompet itu disuruh dimasukkan dalam tas plastik.

Dengan argumen untuk di check, semuanya telepon itu bersama dompet dibawa pergi. “Modusnya coba menakuti, menjebak, mengalihkan ambillah barang, ” kata Hilman.

Terdaftar, lebih dari 30 tempat tinggal serta tempat melakukan bisnis sempat disantroni polisi gadungan ini. Sebagian tempat tinggal yang disantroni salah satunya di sekitaran Pelabuhan Semayang, perumahan pegawai Pertamina, serta beberapa tempat tinggal di sekitaran RSPB Pertamina.

Bahkan juga, warung bakso serta pedagang kaki lima sempat jadi korbannya. “Kita belum juga inventarisasi (hasil kejahatan). Pengakuannya, ia dapat memperoleh Rp 3 juta-Rp 5 juta dalam 1x tindakan. Bahkan juga ada yang hingga Rp 10 juta, ” kata Hilman.

Terkecuali di Kalimantan, ia lakukan tindakan sama di Sulsel. Karena itu, ia jadi buruan Polda Sulawesi Selatan. Sesudah di tangkap di Samarinda, Jumat, Rizal diterbangkan ke Sulsel.

“Kita penyelidikan bersama dengan Polda Sulsel. Sulsel dahulu karna TKP-nya banyak disana, ” kata Hilman.