SHARE

Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengemukakan kalau peranan semuanya pihak dibutuhkan dalam usaha menanggulangi perubahan memahami radikal.

Satu diantara langkahnya, dengan tetaplah terima hadirnya beberapa orang yang telah tak akan berkaitan dengan teroris di orang-orang.

Sekarang ini, lanjut Suhardi, ada beberapa daerah yang belum juga dapat terima bekas teroris. Bahkan juga, ini dikerjakan oleh petinggi daerah.

” Misalnya di Sulawesi Selatan, bekas narapidana yang telah dideradikalisasi dipersulit bisa KTP (Kartu Tanda Masyarakat), ” kata Suhardi waktu menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hari ke-2 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (20/7/2017).

Menurut Suhardi, menanggapi beberapa bekas teroris lewat cara sesuai sama itu tidak pas. Sebab, mereka juga akan terasa susah untuk kembali ada di dalam orang-orang.

Walau sebenarnya, mereka tengah berupaya melakukan perbaikan kehidupannya sesudah ikuti grup radikal. Tidak diterimanya orang-orang itu punya potensi membuat beberapa bekas teroris kembali pada grup radikal.

” Itu buat mereka efisien untuk masuk ke memahami awal mulanya, ” kata Suhardi.