SHARE

Jakarta Penentuan ban Michelin di kelas paling utama MotoGP dapat jadi aspek penentu pada gelaran balap kuda besi di paruh ke-2. Hal tersebut seperti di sampaikan Manajer tim Honda Livio Suppo.

Suppo memperkirakan pada paruh ke-2 ini pembalap relatif alami kesusahan karna produsen masih tetap lakukan beragam perubahan berkaitan pemakaian sayap serta sasis. Perubahan ketentuan ini yang akan merubah ketepatan dalam penentuan ban.

Selama ini Michelin selalu berupaya lakukan beragam inovasi di tiap-tiap balapan dengan meletakkan tiga versus ban berlainan yaitu soft, medium, hard, serta basah. Namun persoalannya yaitu tim produsen kadang-kadang masih tetap menjumpai kesusahan karena kurangnya pengujian ban asal Prancis itu.

” Seperti yang sudah saya katakan, pemakaian ban begitu terbatas serta semua lebih rumit. Namun ini yaitu suatu hal yang berlaku untuk kebanyakan orang, ” terang Suppo seperti diambil dari GPOne, Kamis (20/7/2017).

Balapan paruh ke-2 MotoGP juga akan diawali kurang dari dua minggu sekali lagi. Lalu apa yang diinginkan tim Honda untuk melindungi kesempatan Marc Marquez serta Dani Pedrosa mencapai juara pada musim ini?

Suppo mengakui susah untuk meramalkan apa yang juga akan berlangsung pada balapan setelah itu. Namun yang terutama sekarang ini yaitu tidak lakukan kekeliruan sekecil apa pun serta berjuang untuk memperoleh point.

” Sekarang ini, kami tidak paham apakah juga akan terdapat beberapa surprise seperti yang berlangsung di 9 balapan pertama. Karna cuaca juga kadang-kadang memainkan peran pada balapan. Sekarang ini ada keseimbangan hingga susah untuk ketahui apakah seorang juga akan temukan sedikit penambahan yang juga akan sangat mungkin mereka membuat ketidaksamaan, ” pungkas Suppo.