SHARE

DENPASAR – Olwethu Sizwekazi Mcinga (28) asal Afrika Selatan tidak menganggap dianya juga akan punyai urusan dengan hukum di Indonesia.

Perempuan yang berprofesi jadi hair stylist (penata rambut) mesti duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, karna tertangkap pihak Bea serta Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai waktu juga akan menyelundupkan narkotika type sabu-sabu.

Dalam sidang perdana, Selasa (11/7/2017), dengan agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Olwethu Sizwekazi terancam hukuman maksimum pidana mati.

Jaksa Fithrah dalam surat dakwaan, mendakwa Olwethu Sizwekazi dengan dakwaan primair serta subsidair.

Dakwaan primair dijelaskan, terdakwa tanpa ada hak atau melawan hukum, menghasilkan, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotik kelompok I berbentuk methapetamine type sabu.

Yang mana dalam soal perbuatan menghasilkan, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotik kelompok I seperti disebut dalam ayat (1) bentuk bukanlah tanaman yang beratnya lebih dari 5 gr.

” Perbuatan terdakwa seperti ditata serta diancam pidana Pasal 113 ayat (2) UU RI No. 35 th. 2009 mengenai narkotika, ” terang Jaksa Fithrah di hadapan majelis hakim pimpinan Made Sukereni.

Sedang dakwaan subsidair, kalau terdakwa tanpa ada hak atau melawan hukum mempunyai, kuasai, menaruh atau sediakan narkotik kelompok I bukanlah tanaman berbentuk methapetamine type sabu.

Yang mana dalam perbuatan mempunyai, kuasai, menaruh atau sediakan narkotik kelompok I seperti disebut dalam ayat (1) berbentuk bukanlah tanaman yang beratnya lebih dari 5 gr.

Dengan dakwaan subsidair yang sudah di uraikan Jaksa Fithrah, perbuatan terdakwa sudah ditata serta diancam pidana Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 th. 2009 mengenai narkotika.

Atas dakwaan JPU itu, terdakwa yang didampingi dua panasihat hukumnya, yakni Yanuar Nahak serta Charlie Usfunan tidak memajukan eksepsi, serta sidang juga juga akan kembali di gelar minggu depan dengan agenda mengecek beberapa saksi yang didatangkan JPU.

Baca Juga  Kronologis Peluru Senapan Angin Bersarang Di Kepala Bocah Berusia 2 Tahun

Jaksa Fithrah memaparkan dakwaan tentang modus sampai ditangkapnya Olwethu Sizwekazi oleh petugas Bea serta Cukai Bandara Internasional Ngurah Rai.

Diterangkan, kalau pada Januari 2017, terdakwa yang bekerja jadi penata rambut berjumpa dengan seorang bernama Mr. William (DPO) di Center Mall Johanesburg, Afrika Selatan.

Pria yang bernama William itu mengemukakan pesan dari Mr. Victor (DPO) pada terdakwa untuk datang ke Indonesia.

Tetapi atas keinginan itu, terdakwa menampik dengan argumen pasportnya hilang.

Karna argumen pasport hilang, Mr William menyerahkan pada terdakwa beberapa uang (RDNS 800) untuk mengurusi pasport.

Sesudah pasport terbit, setelah itu sesuai sama perjanjian pada tanggal 18 Pebruari 2017 terdakwa dijemput oleh Mr. William serta dibawa ke hotel.

Setiba di hotel, terdakwa disuruh untuk kenakan pakaian korset bersama tiga buah bungkusan plastik bening yang dilapis lakban coklat yang di dalamnya diisi kristal bening disangka narkoba.

Mr. William memasangkan diatas perut terdakwa berbentuk dua bungkus narkotika.