SHARE

Pemerintah Kota Bekasi menjaring 66 warga yg tidak membawa ktp (KTP). Operasi yustisi itu di gelar di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (10/7/2017).

“ Operasi yustisi akhirnya terjaring 66 warga serta satu diantara salah satunya yaitu warga asing yg tidak membawa KTP, ” tutur Kepala Bagian Service Pendaftaran Masyarakat, Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil (Disdukcapil), Nardi, waktu diwawancarai di tempat operasi yustisi.

Dia menerangkan, warga yang terjaring operasi yustisi juga akan dicatat serta datanya dilimpahkan ke kelurahan dan kecamatan.

Nardi mengingatkan kalau warga mesti senantiasa membawa KTP tiap-tiap keluar dari tempat tinggal. Sesaat warga yang belum juga mempunyai KTP serta terjaring operasi yustisi dia imbau selekasnya membuatnya.

Mengenai warga yang terjaring operasi yustisi karna tidak membawa KTP itu dipakai denda. Denda mesti dibayar tunai lewat di posko tempat dilangsungkannya sidang tindak pidana enteng di Terminal Induk Kota Bekasi serta uang denda itu juga akan masuk ke Dinas Pendapatan Daerah.

“Denda yang dipakai bila Warga Negara Indonesia (WNI) sebesar Rp 29. 000 serta Rp 1. 000 untuk cost perkara. Bila untuk Warga Negara Asing (WNA) dipakai denda sebesar Rp 100. 000, ” kata Nardi.

Operasi yustisi ini melibatkan sekitaran 30 orang petugas yang terbagi dalam anggota polisi, Dinas Perhubungan (Dishub), Kejaksaan, Komandan Rayon Militer (Koramil), Satpol PP, Kelurahan, Kecamatan, serta Disdukcapil.