SHARE

Aktivis pemerhati anak sekalian pengacara, Siti Sapurah menyampaikan pengurus Taekwondo (TI) Bali ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan serta Anak (PPA) RI.

Hal semacam ini karna TI Bali menskorsing 6 atlet TI Kota Denpasar. Keenamnya yaitu Putu Oka Mahendra, I Wayan Divayana Ranendra Putra, Julianto Putu Oka S, I Putu Bagus Paramananda, K Mira Adelia Putra dan Ni Kadek Nia Ananda Suryandari.

Diadukannya TI Bali sesudah langkah mediasi oleh beberapa pihak di Bali menjumpai jalan buntu.

” Hari ini saya pergi ke Jakarta untuk berjumpa Ibu Menteri (PPA), ” kata Siti Sapurah, Minggu (9/7/2017).

Menurut Sapurah, 6 pelajar di Kota Denpasar diskorsing TI Bali pada Oktober th. 2016. Menurut dia, masalah ini berawal dari ada masalah pada TI Bali serta TI Denpasar.

Seseorang pengurus TI Denpasar diskorsing karna dipandang mencemarkan nama baik ketua TI Bali. Ke-6 pelajar terserang efek karna waktu ikuti kejuaraan Malaysia Open mereka pernah photo dengan pengurus TI Denpasar yang populer skorsing. Keenamnya lalu dipulangkan dari Malaysia.

Terkecuali dipulangkan dari Malaysia, keenamnya diskorsing hingga tidak diijinkan ikuti semua kejuaraan pada beragam level, termasuk juga minggu berolahraga serta seni pelajar di Kota Denpasar pada April 2017.

” Tak ada kekeliruan apa-apa dari anak-anak ini, mengapa mereka yang jadi korban, ” tutur Sapurah.

Masalah selalu berlanjut. Beberapa pihak sudah berusaha untuk lakukan mediasi namun menjumpai jalan buntu. Langkah TI Bali ini dipandang menghalangi langkah anak-anak itu untuk meningkatkan bakat serta prestasi. Karenanya butuh diadukan ke Kementerian Perlindungan Perempuan serta Anak.

” Semangat kami yaitu menyelamatkan hari esok anak-anak ini, ” tutur Sapurah.

Perjuangan beberapa atlet ini mempunyai tujuan supaya dapat ikuti minggu berolahraga propinsi (Porprov) Bali th. 2017.

Gagasannya, Sapurah akan di terima segera oleh Menteri PPA pada Senin (10/6/2017).