SHARE

Gencatan senjata di lokasi selatan Suriah yang disponsori Amerika Serikat, Rusia, serta Jordania mulai diberlakukan pada Minggu (9/7/2017) tengah hari saat setempat.

Beberapa pengamat menyampaikan kabar, demikian gencatan senjata diawali situasi tenang segera merasa di lokasi yang umumnya senantiasa diwarnai nada tembakan itu.

Gencatan senjata yang diumumkan Menlu Rusia Sergei Lavrov pada Jumat (7/7/2017) itu meliputi lokasi propinsi Daraa, Quneitra, serta Sweida.

” Garis depan paling utama di tiga propinsi ini sudah setuju hentikan kekerasan serta penembakan. Terkecuali beberapa ledakan sporadis di kota Daraa sebelumnya tengah hari, ” kata Rami Abdul Rahman, direktur instansi Pemantau HAM Suriah (SOHR).

Selama ini belum juga didapat info pemerintah Suriah berkaitan gencatan senjata ini serta penghentian tembak menembak sekalipun tidak disinggung tayangan berita tv nasional Suriah.

Harian Al-Watan, yang dekat dengan rezim Bashar al-Assad, mengutip ketua komite jalinan luar negeri parlemen cuma mengatakan perjanjian itu tengah ditanyakan dengan Damaskus.

” Tidak ada perincian perjanjian itu disampaukan pada kami, namun pemerintah Suriah mempunyai latar belakangnya, ” kata Boutros Marjana.

” Penambahan zone penghentian kekerasan yang meliputi lokasi selatan Suriah adalah saran pemerintah serta telah ada kordinasi dengan Rusia, ” lebih Marjana.

Saran gencatan senjata di lokasi selatan Suriah keluar di waktu perbincangan pada beberapa sekutu Suriah yakni Rusia serta Iran dengan Turki yang mensupport pemberontak di Kazakhstan juga akan selesai.