SHARE

Sebelum kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri dilimpahkan kepengadilan, melalui persidangan di PN Tipikor Jakarta yang dimulai 9 Maret 2017 lalu, sudah ramai disebut-sebut mengenai terduga koruptor yang telah mengembalikan uang jarahannya dari proyek yang antara lain digagas Menteri Dalam Negeri 2009-2014 Gamawan Fauzi ini.

Mereka yang disebut-sebut telah mengembalikan uang yang mengalir dari proyek mercusuar kemendagri ini berasal dari perorangan dan korporasi, baik negeri dan swasta, dan anggota DPR.

Dari kalangan anggota DPR, KPK sebelumnya menyebutkan sebanyak 14 orang yang telah mengembalikan dananya dan semuanya sudah berstatus mantan. Namun, belakangan hal itu dikoreksi, sebab nyatanya ada yang masih duduk di parlemen.

kukukil

Nama-nama penerima dana proyek e-KTP dari kalangan parlemen ini juga semula dirahasiakan, tetapi dari perkembangan di persidangan akhirya terkuak juga.

Menurut peraturan perundangan, gratifikasi harus dikembalikan kurang lebih dari 30 hari setelah menerima.‎

Meski telah mengembalikan dana gratifikasinya kalangan anggota dewan ini bukan berarti lolos dari jerat hukum. Mereka tetap bisa dijadikan tersangka. Ini sesuai dengan Pasal 4 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang mengatur tentang pengembalian uang negara dari hasil korupsi.

Pengembalian itu tidak akan melunturkan status hukum seseorang.

Terlebih lagi anggota DPR itu baru mengembalikan uang setelah empat tahun menerima, jauh dari kewajiban mengembalikan maksimal 30 hari setelah menerima.

Pada tahap penyidikan, KPK telah menerima penyerahan uang sebesar Rp 250 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 220 miliar diserahkan oleh korporasi dan konsorsium yang terlibat dalam pelaksanaan proyek e-KTP.

Sementara, sebanyak Rp 30 miliar sisanya diserahkan oleh 14 orang dari kalangan DPR.

fauzidiah
Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, kedua dari kanan, saat bersaksi di PN Tipikor bersama mantan mendagri Gamawan Fauzi dan mantan anggota DPR Chaeruman Harahap

Mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini, mengaku telah menyerahkan uang yang dia terima dari Irman dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi narogong sebesar 500.000 dollar AS kepada KPK.

Baca Juga  Buruk Rupanya Gamawan Fauzi, Cerminnya Malah Dibelah

Diah Anggraini bisa segera ditersangkakan, menyusul setelah itu bos besarnya, Gamawan Fauzi.

Jafar Hafsah, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, mengaku menerima uang 100.000 dollar AS dan digunakan untuk membeli satu unit Toyota Land Cruiser.

Lalu, Anang Sugiana Sudihardjo, Direktur Utama PT Quadra Solution, mengaku telah menyerahkan uang sebesar 200.000 dollar AS dan Rp 1,3 miliar kepada KPK.