SHARE

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, berasumsi diamnya Presiden Jokowi waktu di tanya wartawan berkaitan pencapresan, jadi satu kesepakatan.

Ia menganggapyang dikerjakan Jokowi itu sama juga dengan yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW dalam memberi sebagian kesepakatan.

” Beliau barusan dengan terang katakan silahkan bertanya pada Ketua Umum PPP masalah support ini. Saya menyebutkan itu jadi bentuk taqrir (kesepakatan), ” kata Romi, sapaan Romahurmuziy, selesai tutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

” Rasulullah saat berlangsung satu momen satu pandangan satu pendapat lalu Rasul di sebelahnya mendiamkan, itu berarti sepakat, ” lanjut Romi.

Ia menilainya diamnya Jokowi waktu di tanya pencapresan adalah bentuk kesantunan seseorang pemimpin.

Romi memberikan, diamnya Jokowi juga adalah bentuk kehati-hatian untuk hindari kegaduhan. Sebab, barusan PPP dengan lima partai yang lain memenangi saran pemerintah dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu, yaitu berkaitan besaran presidential threshold 20 % kursi atau 25 % nada nasional.

” Kami percaya ini sisi dari kehati-hatian beliau tidak untuk dipandang sesudah RUU pemilu disahkan dengan PT (Presidential Threshold) 20 % mendadak segera ada support, ” papar Romi.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah resmi mendaklarasikan pencapresan Presiden Jokowi di Pemilu 2019. Deklarasi itu di sampaikan segera Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam pidato politiknya di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

” Penetapan capres dari PPP dengan resmi, PPP kembali mencalonkan Presiden Jokowi di Pemilu 2019, ” tutur Romi, sapaan Romahurmuziy.

Deklarasi oleh Romi itu segera diterima takbir oleh serta tepukan tangan oleh semua kader PPP yang ada disana.

Deklarasi pencapresan Jokowi di Pemilu 2019 dikerjakan PPP satu hari sesudah RUU Pemilu disahkan dengan dimenangkannya saran pemerintah dalam gosip presidential threshold, yaitu ada di kisaran 20 % kursi atau 25 % nada nasional.

Dengan deklarasi pencapresan Jokowi oleh PPP jadi telah ada empat partai yang dengan resmi mendeklarasikan Jokowi jadi capres di pemilu 2019. Dua partai terlebih dulu yaitu Golkar, Hanura, serta Partai Keadilan serta Persatuan Indonesia (PKPI).