SHARE

JAKARTA — Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi mengimbau, supaya petani tidak takut dengan dipakainya PPN 10 % untuk tebu. Menurut dia, pajak itu juga akan dikembalikan sekali lagi pada petani berbentuk restitusi.

”Tapi tak perlu cemas atau takut. Ngumpul semuanya petani, buat koperasi, demikian buat koperasi, pajak masukannya dapat dikreditkan sama koperasi barusan. Jadi sama juga, ” tutur Ken, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Bila tidak masuk, juga akan dipakai Entrepreneur Terkena Pajak (PKP) sebesar 4, 8 %. Hingga, ia mengimbau petani tebu gabung dengan koperasi untuk kurangi bebas cost.

Ken mengakui telah mempersiapkan langkah untuk mengaplikasikan PPN itu. Bahkan juga dianya menyebutkan juga akan menyatukan asosiasi petani tebu pada 13 Juli yang akan datang.

Memanglah, lanjutnya, PPN itu tidak cuma dipakai pada komoditas tebu. Namun juga kopi, serta Coklat. Sebab, aplikasi PPN ini terkait dengan uji materi oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pada PP Nomor 31 Th. 2007, yang membebaskan komoditas pertanian dari pajak.

Ken menjelaskan, tidaklah perlu ketentuan baru untuk mengaplikasikan pajak ini. Ia menyebutkan petani cukup diberi keterangan. Bahkan juga, kata dia, dengan riil PPN-nya bukanlah 10 %.

”Petani tebunya dibeli, dibayar sama gula. Dibayarnya 64 %, 35 % layanan giling. Lagian PPN yang bayar customer. Bila gula yang bayar PPN-nya orang-orang, bukanlah petani, ” tutur dia.