SHARE

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Islah, Muhammad Romahurmuziy mengakui telah coba berkomunikasi dengan Djan Faridz, yang disebut Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta.

Tetapi, Djan tidak sempat merespons.

Hal semacam ini di sampaikan Romi, sapaan Romahurmuziy, waktu menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hari ke-2 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (20/7/2017).

” Djan Faridz tidak sempat menjawab untuk rekonsiliasi. Bila (saya) ngajak (rekonsiliasi telah) lima kali ke tempat tinggalnya, namun (Djan) tidak menjawab, ” tutur Romi.

Berkaitan kepemilikan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Romi mengingatkan Djan untuk mengormati putusan MA yang mengabulkan permintaan pihaknya lewat putusan PK Nomor 79 PK/Pdt. Sus-Parpol/2016.

Putusan itu juga menganulir putusan kasasi nomor 601 K/Pdt. Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015 yang memenangi PPP kubu Djan Faridz.

” Dia dengan hukum mesti hengkang. Jadi, tak ada arti keengganan patuh pada ketentuan hukum, ” kata Romi.

” Kan dia (Djan) katakan senantiasa ada sistem hukum. Nah saat ini sistem hukum telah inkrah, jadi mesti ditaati. Janganlah menjilat ludah sendiri, ” tutur dia.