SHARE

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebutkan sistem relokasi Bukit Duri telah lama. Beberapa warga Bukit Duri, kata Djarot, telah geser sebelumnya direlokasi.

” Maka dari itu bongkarnya itu bongkar suka-rela mereka. Bila bongkar suka-rela itu kan masih tetap dapat di jual, dapat digunakan. Serta kami sediakan angkutan untuk mengubahkan, ” tutur Djarot di Balai Kota, Selasa (11/7).

Diluar itu pihak Pemerintah Propinsi DKI Jakarta juga mengambil keputusan untuk anak-anak sekolah bisa segera diletakkan di sekolah paling dekat tanpa ada lewat sistem pendaftaran siswa baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

” Jadi dia ada jalur pindahan kesana. Hingga anak-anaknya tidak terlantar, mesti sekolah, ” tuturnya.

Terlebih dulu, Pemerintah DKI Jakarta kembali lakukan penertiban di bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Sekitaran 220 personel Satpol PP, kepolisian serta TNI dikerahkan dalam operasi kesempatan ini.

” Kendaraan Satpol PP ada 10 kendaraan operasi, 10 truk, belum juga termasuk juga yang dari Dinas Kebersihan. Dari Satpol PP ada 220 personel, ” tutur Koordinator Lapangan Satpol PP Bahrun saat didapati di tempat, Selasa (11/7).

Menurut jadwal, penggusuran dikerjakan mulai jam 07. 00 WIB. Beberapa petugas berkumpul di halaman Dipo PT. KAI sekitaran jam 07. 30 WIB serta hingga di tempat sekitaran jam 08. 00 WIB. Ada keseluruhan 345 bagian bangunan yang ditertibkan hari ini dengan tujuan 333 kepala keluarga (KK). Semua terpusat di RT 001, 002, 003, serta 004 RW 12 Kelurahan Bukit Duri.

” Bangunan semi permanen mungkin saja sekitaran 150-an, seperti gubuk-gubuk, ” kata Bahrun.

Bahrun menyebutkan, beberapa bangunan sudah dibongkar sendiri oleh warga. Terlebih dulu, Satpol PP juga menolong sistem perpindahan barang warga ke Rusunawa Rawa Bebek. ” Yang geser suka-rela kita antar tiba di tujuan. Nyaris 3 bln., ” kata Bahrun.