SHARE

Anggota dewan dari Partai Nasdem ikut dalam lobi-lobi lintas partai untuk tetap berjalannya hak angket dan pembentukan panitia khusus (Pansus) KPK.

Pansus KPK wajib terbentuk, karena tujuan utamanya justru mulia, yakni membuat KPK semakin kuat, demikian keyakinan kader Partai Nasdem.

Masalahnya, hak angket memang sudah digolkan melalui rapat paripurna DPR Jumat (28/4) lalu, namun pembentukan Pansus KPK bisa tidak terlaksana seandainya ada saja satu fraksi yang tidak mengirimkan wakilnya.

Pansus KPK bisa terbentuk seandainya ke-10 fraksi di DPR mengirimkan wakilnya.

Karena saat ini masih ada fraksi yang mengisyaratkan penolakannya terhadap hak angket dan enggan mengirimkan wakilnya ke Pansus KPK nantinya, maka jadi atau tidaknya Pansus KPK itu masih menjadi tanda tanya.

Inilah yang harus difahami oleh masyarakat.

Kendati demikian, masyarakat mestinya juga memahami bahwa pembentukan Pansus KPK adalah sekadar sarana pengawasan dan evaluasi.

sahronijuga
Surya Paloh bersama kader Partai Nasdem di DPR. Pansus KPK wajib dibentuk

Bukan untuk membuat KPK semakin lemah.

Saya menjamin tidak akan melemahkan KPK. Saya akan berjihad jika ada pihak yang mau melemahkan KPK, begitu disampaikan Sahroni, salah satu kader Partai Nasdem.

Sehubungan dengan lobi-lobi yang akan mereka lakukan untuk terealisasinya Pansus KPK, Sahroni mengatakan, hal ini sudah disetujui oleh Surya Paloh, Ketum Partai Nasdem.

Sahroni dan rekan-rekannya yang berada di Komisi III serta komisi lain sudah mendapatkan izin dari Surya Paloh untuk membantu lobi-lobi agar Pansus KPK terbentuk.

Hal ini mereka lakukan karena tujuan hak angket dan Pansus KPK nantinya dimaksudkan untuk memperkuat lembaga antirasuah tersebut.

Apalagi, hubungan DPR dengan KPK seperti hubungan orangtua dengan anaknya.

Di mana peran orang tua harus melakukan pengawasan serta menjaga, dan memperkuat.

Baca Juga  Sekjen DPR Surati Fraksi yang Belum Kirim Perwakilan untuk Pansus KPK