SHARE

JAKARTA — Komisi III DPR RI meninjau segera lubang galian bawah tanah di Instansi Permasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Badung, Bali. Lubang itu dipakai oleh empat narapidana warga negara negara asing untuk melarikan diri.

Sampai saat ini dari jumlah narapidana yang kabur itu, dua orang telah tertangkap. Bekasnya tetap dalam pencarian polisi.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menyebutkan ada yang menarik dari masalah itu. Pasalnya lubang di buat dibawah tanah serta tembok yang membatasi Lapas Kerobokan dengan pagar masyarakat diluar. ” Lubang ini panjangnya 15 mtr. serta orang dapat jalan di dalamnya. Itu kan bermakna seperti katakombe (lorong di bawa tanah), ” katanya dalam info tertulis yang di terima Republika. co. id, Rabu (12/7).

Pihaknya memperoleh keterangan dari kepala kantor lokasi (kakanwil) Kementerian Hukum serta Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali serta kepala Lapas Kerobokan kalau sampai kini lubang itu tidak di ketahui. Lubang itu baru di ketahui sebelumnya Lebaran, sesudah dikerjakan penelusuran atau apel umum untuk warga binaan.

Politikus dari Fraksi Partai Demokrat itu juga heran kenapa lubang ini hingga dapat digali. ” Apakah tak ada pengawasan, apakah tak ada patroli keliling di Lapas Kerobokan ini, ” kata dia.

Menurut Benny jika ada patroli keliling, jadi kehadiran lubang itu tentu ketahuan. ” Bila lubang ini digali pastinya ada tanahnya. Lantas, tanahnya ini dibawa kemana, ” kata Benny mempertanyakan.

Legislator dari daerah penentuan (dapil) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengira, sistem pembuatan lubang tidak cuma dalam hitungan minggu tetapi sampaii berbulan-bulan. Bahkan juga, lubang itu digali tidak cuma dari dalam lapas, tetapi juga digali dari luar, yang lalu berjumpa di tengah-tengahnya. Berdasar pada tinjauan Komisi III DPR RI minggu lantas di tempat peristiwa, lubang itu berdiameter paling tidak 3 mtr. dengan panjang 15 mtr..

Baca Juga  Pelarian 4 WNA Napi LP Kerobokan, Polisi Gelar Rekonstruksi

Komisi III DPR RI memohon pemerintah dalam hal semacam ini Menteri Hukum serta HAM Yasonna Laoly lakukan penyelidikan pada lubang itu. ” Siapa sebenarnya yang lakukan itu atau siapa yang membiarkan itu dikerjakan pasti mesti disuruhi pertanggungjawaban. Bagaimana mungkin saja lubang yang panjang demikian tidak di ketahui oleh petugas-petugas di lapas di sini. Itu kan aneh, ” katanya.

Benny juga lihat, ada persoalan paling utama di Lapas Kerobokon itu kemampuan berlebihan warga binaan. Karenanya, butuh selekasnya di ambil langkah cepat untuk menangani hal tersebut. Salah nya ialah membuat lapas baru untuk menyimpan semua warga binaan. Langkah yang lain yakni mengubahkan warga binaan ke lapas-lapas di daerah sekelilingnya, termasuk juga Lapas Nusa Kambangan.

Ke depan, kata dia, mesti ada pemikiran serta kebijakan. ” Bila dapat Presiden RI Joko Widodo ambil langkah konkret untuk mengubahkan lapas ini ke tempat beda atau mungkin saja tingkatkan pembangunan lapas ini, untuk dapat mengatasi warga binaan yang jumlahnya telah menjangkau 1. 300-an lebih, ” katanya.