SHARE

JAKARTA — Wakil Ketua Tubuh Pembentukan Ketentuan Daerah DPRD DKI Jakarta, Merry Hotma menyebutkan kajian rancangan ketentuan daerah (raperda) kenaikan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta masih tetap ada dalam sistem awal serta belum juga mendetail. Kenaikan tunjangan itu dinilainya dapat menjangkau tujuh kali lipat dari besaran sekarang ini.

Ia menyebutkan tak ada ketidaksamaan pendapat dengan fraksi beda berkaitan kajian raperda kenaikan tunjangan anggora DPRD DKI Jakarta. ” Tidak ada karna given ya. Itu amanah, perintah Undang-Undang. Jadi tak ada yang butuh diperdebatkan karna semua PP Nomor 18 Th. 2017 itu yang kita masukan di situ, ” tutur Merry di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (11/7).

Dia menyebutkan kenaikan tunjangan anggota dewan bisa bertambah sampai tujuh kali lipat. ” Kan bila kita baca PP karna DKI masuk ke beberapa daerah kekuatan biaya tinggi, kenaikan biaya dapat tujuh kali lipat, ” tutur Merry.

Hal itu, menurut Merry, mungkin berlangsung. Sebab, tunjangan representasi anggota DPRD DKI Jakarta sekarang ini masih tetap sebesar Rp 1, 9 juta, tunjangan ketua DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 2, 4 juta, serta wakil ketua DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 2, 2 juta.

Diluar itu, Merry menyayangkan asumsi kalau anggota dewan memajukan keinginan kenaikan tunjangan untuk menperkaya sendiri. Karna, Merry menjelaskan, mereka mesti pikirkan partai serta konstituen.

” Jadi kami (pendapatan) bersih ada yang bisa Rp 50 juta mungkin saja, Rp 40 juta mungkin saja, sesuai sama beberapa hal yang perlu mereka bayar. Tiap-tiap bln. kan kami mesti membiayai partai, kami ini kan bisa input karna nada paling banyak, ” tuturnya.

Baca Juga  Kapolri Sampaikan Alasan Pemblokiran Telegram Di DPR