SHARE

BREBES – Baru saja ini, Kepala Desa Manggis Kecamatan Sirampog, Brebes terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli Polda Jateng karna tersandung masalah pungutan liar Prona.

Dia dapat dibuktikan memungut uang diluar ketetapan pada orang-orang yang akan membuat sertifikat tanah.

Kesempatan ini, dua kades di Brebes ditahan. Masalah apa? Masalah sama, pungli Prona.

Project Operasi Nasional Agraria (Prona) adalah program dari Kementerian Agraria serta Tata Ruangan.

Kemauan dari program itu supaya tanah punya orang-orang dapat memiliki sertifikat.

Dua kades yang ditahan itu yaitu, Kades Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Sri Retno Widyawati, serta Kades Larangan Kecamatan Larangan, Subandi.

Mereka resmi ditahan Kejaksaan Negeri Brebes sebelumnya setelah dikerjakan penyidikan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Brebes.

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Pendi Sijabat, menyebutkan, ke-2 kades itu sudah diletakkan ke Lapas IIB Brebes berdasar pada surat nomor B. 663/0. 3. 30. 4/FT. 1/07/2017 tertanggal 6 Juli 2017.

Untuk berkas perkara Kades Larangan bernomor BP/14/11/2017/Reskrim. Serta Kades Pakijangan berkasnya bernomor BP/21/III/2017/Reskrim.

” Berkas ke-2 kades itu juga akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk melakukan persidangan pada minggu ini, ” ucapnya, Senin (10/7/2017).

Menurut dia, ke-2 kades tersandung problem pungli karna memohon uang pada orang-orang yang membuat sertifikat tanah.

Di Desa Pakijangan, di ketahui ada sejumlah 275 warga yang turut Prona. Tiap-tiap pemohon disuruhi uang Rp 1 juta untuk warga yang kriterianya telah komplit.

” Sedang untuk peserta Prona yang berkasnya tidak komplit disuruhi uang kisaran Rp 1, 5 sampai Rp 2 juta, ” tuturnya.

Sedang di Desa Larangan, jumlah warga yang turut prona sekitaran 280 orang. Mereka disuruhi uang yang nilainya berlainan- lain.

” Mereka disuruhi uang pada Rp 1 juta sampai Rp 7 juta, ” tandasnya.

Terlebih dulu, waktu saat penyidikan, ke-2 kades tidak ditahan. Baru sesudah berkas P21 atau dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan, penahanan dikerjakan.