SHARE
Megawati-dan-Fadli-Zon
Megawati-dan-Fadli-Zon

 

Peristiwa ini sudah terjadi beberapa waktu lalu, akan tetapi karena menariknya, masih menjadi bahan pembicaraan hingga saat ini. Apalagi, momen-momen dari peristiwa yang cukup memalukan tersebut masih bisa dilihat di “youtube” sehingga setiap orang bisa mengunduhnya kapan juga, dan di mana pun juga.

Banyak orang yang kemudian menyebut momen memalukan tersebut sebagai sebuah peristiwa politik. Akan tetapi, tak sedikit orang yang menyebut hal itu sebagai “hukuman” dari Yang Maha Kuasa.

Apapun, pelajaran yang dipetik dari peristiwa tersebut adalah, jangan sekali-kali mempermalukan seseorang yang berada di rumah kita yang kehadirannya karena memang sengaja kita undang atau harapkan. Artinya, seorang tamu harus dihormati kehadirannya oleh tuan rumah.

Nah, hal itu tidak dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di acara rakernas mereka, 10 Januari 2016 lalu. Saat itu, kehadiran Wakil Ketua DPR Fadli Zon disoraki oleh ribuan kader ‘moncong putih’.

“Selamat datang juga pimpinan DPR, Bapak Fadli Zon,” kata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang kala itu tengah membacakan tokoh-tokoh penting yang diundang dan hadir.

Mendengar itu, ribuan kader PDIP secara bersamaan menyoraki Fadli Zon. “Huuu!” teriak mereka. Fadli hanya senyum menanggapi sorakan itu.

Megawati sebagai tuan rumah pun tidak mengambil sikap tegas saat kader PDIP menyoraki Fadli, malah terkesan membiarkan.

Meski Fadli Zon merespon dengan senyuman, tetap saja sorakan itu disayangkan banyak pihak.

Sekadar mengingatkan, dalam ajaran agama atau adat mana pun, menghormati tamu adalah sebuah keharusan (wajib). Tamu yang di undang, harus dilindungi oleh tuan rumah.

Dalam ajaran Islam, nabi Muhammad SAW sangat mengajurkan untuk memuliakan tamu, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis: “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).

Singkatnya, usai Fadli Zon mendapat sorakan dari kader PDI-P, musibah pun melanda partai ‘moncong putih’ itu dalam dua peristiwa yang direkam oleh media. Apa sajakah itu?

Pertama: Lidah Megawati Keseleo saat Mau sebut Allah

Megawati yang dikenal sudah jadi Hajjah mengalami kesusahan saat mau menyebut Allah. Lidahnya seperti keseleo saat mau menyebutnya.

“Semoga Allah su… Allah suwan.. Allah Subhana wa Taala meridhoi perjuangan kita, tanamkan dalam hati jiwa dan pikiranmu. One for All all for one. Assalamualaikum warah matulallahi wabarokatih (seharusnya wabarakatuh),” kata Megawati sambil tersengguk.

Kedua: Terkait Korupsi, KPK Tangkap Politisi PDIP Damayanti Wisnu Putranti

Setelah Rakernas PDIP, 10-12 Januari 2016 selesai, kabar mengejutkan publik datang. Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti terkait dugaan kasus korupsi di Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.

Damayanti Wisnu Putranti menjadi koruptor pertama yang ditangkap oleh KPK di tahun 2016, sekaligus menjadi sukses dari jajaran pimpinan baru komisi antirasuah itu. Damayanti, yang politisi PDIP itu, ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi di Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti pun kemudian dipecat dari keanggotaan di partainya.

Ya, itulah dua musibah yang menimpa kepada partai yang dibanggakan oleh Presiden Jokowi usai ribuan kader PDIP menyoraki Fadli Zon di acara rakernas.

Jadi, selalu ingatlah pesan nabi: muliakanlah tamu…

 

fadli-ahok