SHARE

Jakarta – Bekas Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Edy Nasution memajukan kasasi karna bandingnya tidak diterima. Ia didakwa terima suap dari Doddy Aryanto Supeno untuk mengurusi beberapa perkara perusahaan yang terlilit masalah perdata di PN Jakpus.

Di pengadilan tingkat pertama, Edy dapat dibuktikan terima suap Rp 100 juta berkaitan penundaan teguran perkara niaga PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) melawan Kymco lewat PN Jakarta Pusat. Edy juga dapat dibuktikan terima uang sebesar USD 50 ribu ditambah Rp 50 juta untuk pengurusan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limited (AAL) walau telah melalui batas saat.

Edy juga dapat dibuktikan terima gratifikasi yang tidak sesuai sama tugasnya di PN Jakpus sebesar USD 70 ribu, SGD 9. 852, serta Rp 10. 350. 000. Uang-uang itu berkaitan pengurusan perkara kasasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5, 5 th. penjara pada Edy pada 8 Desember 2016. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 20 Maret 2017.

” Memperkuat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 78/Pid. Sus-Tpk/2016/PN. Jkt. Pst tanggal 8 Desember 2016 yang disuruhkan banding itu, ” ucap majelis seperti ditulis situs MA, Senin (10/7/2017).

Atas vonis itu, Edy melayang-layangkan kasasi ke MA. Berkas Edy di terima MA pada 2 Juni 2017 dengan mengantongi nomor perkara 1353 K/PID. SUS/2017 serta perkara itu belum juga diputus.