SHARE

BANDUNG –Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung yang mengatasi perkara ujaran kebencian lewat medis sosial, menampik eksepsi yang tdakwa Buni Yani. Dengan ditolaknya eksepsi itu, jadi persidangan perkara ini dapat dilanjutkan.

” Mengambil keputusan eksepsi penasehat hukum terdak tidak dapat di terima. Karenanya memerintahkan penuntut umum untuk meneruskan kontrol sidang ini, ” kata Ketua Majelis Hakim, M Sapto waktu membacakan putusan selanya di Aula Gedung Arsip Kota Bandung, Jl Seram, Selasa (11/7).

Sebelumnya dibacakan putusan sela, hakim M Sapto bertanya pada terdakwa serta penasehat hukum apakah tidak keberatan bila dibacakan pokoknya saja serta dijawab tidak keberatan oleh keduanya. Dalam pembacaan sidang putusan sela yang diawali sekitaran jam 09. 45 WIB itu, majelis hakim yang membacakan lebih dahulu pertimbangan-pertimbangannya.

Karna cukup panjang, pembacaan putusan sela juga dikerjakan dengan bertukaran oleh tiga orang majelis hakim. Sesudah satu jam berjalan, materi pokok putusan sela juga dibacakan oleh M Sapto.

Dengan ditolaknya eksepsi terdakwa oleh majalis hakim, jadi penuntut umum juga akan meneruskan sidang ini dengan materi info saksi-saksi pada Selasa (18/7) minggu depan. Menyikapi penolakan terrsebut, kuasa hukum terdakwa, Aldwin Rahadian, keberatan dengan penolakan majelisnhakim itu.

Tetapi, dia juga akan mengemukakan keberatan itu dalam sidang pokok perkara. ” Keberatan kami juga akan di sampaikan dalam sidang pokok perkara, ” kata dia waktu disuruhi responnya oleh majelis hakim.

Baca Juga  Sela Kasus Buni Yani, Majelis Hakim Bacakan Putusan