SHARE

JAKARTA — Ketua Panitia Spesial Rancangan Undang-Undang (Pansus RUU) Pemilu Lukman Edi mengharapkan, dalam rapat pengambilan ketentuan tingkat I RUU Pemilu pada Senin (10/7) hari ini, paling tidak dapat memutus empat dari lima gosip krusial RUU Pemilu.

Menurut dia, point ambang batas mengajukan calon presiden (presidential threshold) yang belum menjangkau titik temu jangan pernah menyandera empat point yang lain.

Sebab empat point krusial diantaranya system pemilu, cara konversi nada, alokasi kursi per dapil serta ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sudah mengerucut diantara banyak fraksi.

” Saya mengharapkan rapat hari ini dapat mengambil keputusan dahulu empat gosip, agar empat gosip ini tidak tersandera dengan satu gosip presidential threshold, ” tutur Lukman di Ruang Pansus B, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (10/7).

Sesaat untuk gosip presidential threshold yang belum selesai serta masih tetap butuh saat lobi-lobi jadi diperpanjang kajian sampai batas akhir pada rapat paripurna 20 Juli yang akan datang.

” Agar kelak gosip presidential threshold ini apakah bsa ditetapkan di tingkat pansus atau bisa saja di rapur DPR itu persiapannya dapat masak. Tidak mengganggu empat gosip beda, ” katanya.

Menurut dia, walau empat gosip sudah mengerucut tetapi terdapat banyak gosip yang belum juga satu sikap seperti cara konversi nada yaitu pada cara saint lague murni serta kuota hare. Sesaat untuk alokasi kursi per dapil pada 3-8 atau 3-10.

” Namun ini dapat juga di ambil jajak pendapat di tingkat pansus hingga keliatan dominannya mana. Saya sangka empat gosip krusial itu dapat dikerjakan hari ini, ” tuturnya.

Mengenai Pansus RUU Pemilu juga akan membuat rapat Panja dengan kajian serta penetapan Dapil DPR/DPRD Propinsi dan Laporan Timus/Timsin pada Panja pada Senin (10/7) jam 10. 00 WIB.

Baca Juga  Dipandang Masih Bisa Munculkan Capres Alternatif, PT 20 Persen

Lalu disusul rapat kerja dengan pemerintah yang berisi laporan Panja pada Pansus, pembacaan Naskah dibarengi pendapat akhir fraksi serta pengambilan ketentuan. Demikian halnya sambutan dari pihak Pemerintah yang lalu disudahi dengan Penandatanganan RUU