SHARE

Ketua Panitia Spesial Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu Lukman Edy menyebutkan, sedianya sebagian besar fraksi telah siap lakukan voting untuk mengambil keputusan lima gosip krusial.

Ke-5 gosip krusial itu yaitu presidential threshold, parliamentary threshold, system pemilu, jumlah kursi per daerah penentuan, serta cara konversi nada.

Presidential threshold jadi gosip yang pernah menyandera kajian RUU Pemilu. Fraksi-fraksi yang siap melakukam voting yaitu mereka yang pilih paket A.

Mengenai Paket A terbagi dalam presidential threshold 20 % kursi atau 25 % nada nasional, parliamentary threshold 4 %, system pemilu terbuka, cara konversi nada sainte lague murni, serta jumlah kursi per daerah penentuan 3-10.

Paket yang diambil oleh ke-6 fraksi itu sedianya sama juga dengan saran pemerintah, terlebih dalam soal presidential threshold.

Pemerintah sejak dari awal inginkan presidential threshold sebesar 20 atau 25 % untuk menguatkan system presidensial. Tetapi, ke-6 fraksi itu masih tetap mengupayakan supaya pilihan A dapat di setujui lewat musyawarah mufakat.

” Kan ini masih tetap bagian mencari musyawarah mufakat, hindari voting. Walau telah siap voting sesungguhnya kawan-kawan, ” tutur Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Disamping itu tiga fraksi yang lain yang pilih paket B yaitu presidential threshold 0 %, parliamentary threshold 4 %, system pemilu terbuka, cara konversi nada kuota hare, serta jumlah kursi per daerah penentuan 3-10 masih tetap inginkan musyawarah mufakat.

Ke-3 fraksi itu yaitu Gerindra, PKS, serta Demokrat. Sedang PAN sebagai partai koalisi pemerintah mempunyai pilihan yang berlainan dengan enam partai pendukung pemerintah serta tiga partai oposisi.

PAN juga masih tetap belum juga inginkan voting seperti tiga fraksi yang pilih paket B.

Dimuka, PAN pilih paket B, tetapi mereka tawarkan jalan tengah dengan tawarkan pilihan C yaitu presidential threshold 10-15 %, parliamentary threshold 4 %, system pemilu terbuka, jumlah kursi per daerah penentuan 3-10, serta cara konversi nada kuota hare.

” Jadi ini masih tetap menanti lobi yang gagasannya juga akan dibawa ke pimpinan partai. Kelak jam 19. 30 WIB mulai lobi sekali lagi sebelumnya Paripurna dilanjutkan, serta 30 menit kemudian Paripurna di buka kembali, ” ucap Lukman.