SHARE

JAKARTA – Delegasi parlemen Indonesia yang di pimpin Fadli Zon lakukan kunjungan ke parlemen DPR Belanda di Den Haag.

Muhibah DPR RI ke parlemen Belanda adalah rangkaian untuk lakukan hubungan kerja antarparlemen.

Perbincangan berjalan dengan penuh kehangatan dengan di terima oleh perwakilan parlemen Belanda, Omtzigt, yang disebut anggota DPR dari Christian Democratic Appeal.

” Omtzigt adalah ketua jalinan luar negeri parlemen Belanda, ” tutur Fadli, Rabu (12/7/2017).

Perbincangan berjalan sepanjang satu jam dimana pertemuan itu mengulas demokrasi yang berkembang di Indonesia serta Belanda.

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon serta rombongan memberi keterangan mengenai perubahan demokrasi serta politik di Indonesia.

Satu diantara kajian perlu dalam pertemuan itu yaitu hubungan kerja antarparlemen yang dikerjakan diantara parlemen Belanda serta Indonesia.

Fadli Zon menyebutkan, ada ketidaksamaan pada parlemen Belanda serta Indonesia.

” Mereka terdiri 150 anggota dimana sejumlah 13 parpol jadi anggota di parlemen ini, mereka tak ada parliamentary threshold, bila parlemen Indonesia memakai PT 3, 5 %, ” terang Fadli.

Dalam pertemuan itu dibicarakan beberapa gosip hangat termasuk juga masalah penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hukum syariah di Aceh, serta hubungan kerja dalam pemberantasan korupsi, dan terorisme.

” Jadi, UU di Indonesia memakai hukum warisan pemerintah kolonial Belanda, hingga kita lakukan kajian untuk merevisi KUHP serta KUHAP, ” kata Fadli.

Baca Juga  Ini Alasan DPR Berikan Dukungan untuk Densus Tipikor