SHARE

JAKARTA — Wacana perpindahan ibukota ke Palangkaraya jadi sorotan banyak pihak, tidak kecuali senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jakarta, Fahira Idris. Wakil Ketua Komite III DPD RI itu mengakui tidak keberatan dengan gagasan besar pemerintah itu, cuma saja dia mengharapkan supaya tidak beresiko jelek pada nasib Jakarta yang akan datang.

Salah nya ialah tidak turut berubahnya pusat usaha dari Jakarta. Oleh karena itu, Fahira memohon supaya nasib Jakarta kelak bila betul-betul ibukota dipindahkan harus juga jadi satu diantara sisi dari gagasan besar perpindahan ibu kota tersebut.

” Hematnya saya dengan kelengkapan infrastrukturnya Jakarta mesti tetaplah jadi pusat usaha yang lebih menggeliat serta semakin maju sekali lagi dari saat ini, ” tegas Fahira, waktu dihubungi lewat pesan singkat, Senin (10/7).

Lanjut Fahira, satu kegagalan jika dikarenakan ibukota tak akan di Jakarta pusat usaha berubah. Hingga, kata dia, mesti ada rencana yang masak mamastikan Jakarta tetaplah jadi pusat usaha di Indonesia serta tidak turut berubah ke Palangkaraya.

Menurut aktivis perempuan itu, perpindahan ibukota bukanlah masalah pas atau tidak pas. Tetapi untuk Fahira yaitu bagaimana semuanya sistem ini jalan baik. Lalu apakah gagasan perpindahan ibukota kurun waktu dekat ini telah ada legal formalnya? telah melalui uji umum? serta beberapa sistem yang lain sesuai sama prasyarat sebelumnya direalisasikannya satu kebijakan pemerintah.

” Perpindahan ibukota itu tidak cuma masalah Jakarta atau Palangkaraya, namun masalah Indonesia. Berarti mesti ada mekanisme uji umum yang melibatkan semuanya elemen bangsa sebelumnya perpindahan ini direalisasikan, ” imbuhnya.

Fahira memberikan, banyak masalah yang juga akan mengikuti perpindahan ibukota itu, salah nya ialah tentang pembiayaan. Gagasan pemerintah melibatkan swasta dalam membuat ibukota baru apakah telah pas?.

Baca Juga  Pengungkapan Kasus Penganiayaan Hermansyah Jangan Sampai Seperti Kasus Novel

” Banyak hal yang perlu dituntaskan sebelumnya pemerintah ngotot mengubahkan ibu kota, ” tutup Fahira.