SHARE

Bukan Fahri Hamzah kalau tidak selalu bicara blak-blakan. Sudah menjadi ‘trade-mark’ Fahri Hamzah ia senantiasa bersikap terbuka, terutama juga dengan kalangan media.

Ditengah perkembangan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, yang semakin menyudutkan anggota dewan, Fahri Hamzah buka suara lagi. Ia kembali menyerang KPK.

Namun, tampaknya Fahri punya alasan kuat untuk kembali ‘membombardir’ pimpinan lembaga antirasuah itu.

Lagi-lagi ia menyebut kalau pimpinan KPK sudah kebablasan. Bahkan, bermain politik. Ini terkait dengan kemungkinan KPK akan menghadirkannya dalam kasus dugaan suap penghapusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (PT EK Prima).

Fahri Hamzah, sebut penyidik KPK selama ini ilegal.

Fahri heran, KPK menudingnya membawa masalah tunggakan pajak itu ke ranah politik

Ia justru balik menuding, KPK yang bermain politik. Fahri mempertanyakan kredibilitas pimpinan KPK dan sekaligus penyidik KPK yang diduganya telah bermain politik.

Sebab, menurut dia, penyebutan nama dirinya dengan Fadli Zon dalam sidang kasus suap penghapusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (PT EK Prima) dengan terdakwa Country Director PT EK Prima, sama sekali tidak relevan dengan kasus itu sendiri.

“Pertanyaannya siapa yang nyeret nama saya?” sindir Fahri,  di gedung Nusantara III, Senayan.

“Kalau penyidik itu benar tidak berpolitik kalau dia ketemu file yang tidak relevan dia tutup. Ini kan dokumen saya itu kan file yang tidak relevan. Kenapa diseret ke ruang sidang segala. Jadi yang berpolitik ini KPK,” ketusnya.

“Karena ada nama orang yang suka kritik KPK lalu dibawa ke ruang sidang,” lanjut Fahri.

 

kpkini

Pimpinan KPK

Fahri menjelaskan, dalam aturan hukumnya, jika ada hal yang tidak relevan dalam menyusun skenario penuntutan, maka tidak selayaknya dibuka di ruang sidang.

Baca Juga  Politik Kemunafikan Muncul Seiring Penolakan Hak Angket KPK

“Sekarang berani enggak mereka ngomong itu ada relevansinya apa? Kan enggak boleh setelah nama orang disebut baru dia cari. Loh lima bulan lalu Anda bisa tutup kok. Ini enggak ada urusannya dengan perkara kok,”  kecamnya.

KPK membuka peluang untuk panggil dirinya dan Fadli Zon. Fahri balik menantang KPK untuk memanggil Presiden Joko Widodo. Sebab adik ipar Jokowi, Arif Budi Sulistyo merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus tersebut.

arifadik

Adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi), Arif Budi Sulistyo

“Namanya bermanuver. Biasa KPK ngancam-ngancam orang begitu biasa. Dikira orang semua bisa takut sama dia gitu. Urusan apa dipanggil. Eh memanggil orang itu hak memanggil orang itu namanya hak yg diberikan oleh UU. Enggak boleh semua orang sembarangan dipanggil, ngawur itu,” terang Fahri.

“Ini emangnya negara ini punya dia apa, sembarangan mau manggil orang enggak ada relevansinya apa. Kenapa enggak dia panggil Jokowi aja buat klarifikasi itu adik iparmu beneran enggak? Berani enggak begitu?” papar Fahri.