SHARE

FLORES TIMUR – Pembukaan Tur de Flores 2017 (TdF 2017) yang berjalan 14-20 Juli 2017 yang semestinya di gelar di Kabupaten Lembata, dipindah ke Kabupaten Flores Timur (Flotim). Untuk suksesnya TdF 2017, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli segera memberikan instruksi jajarannya mempersiapkan Opening Ceremonial berbentuk parade budaya selama jalan (menari masal) di Bandara Gewayan Tanah.

Agus Boli menyebutkan, Opening Ceremonial serta jadi titik start TdF dikerjakan tanggal 13-14 Juli 2017. Dia memohon semua pimpinan SKPD serta semuanya unsur kepanitiaan TdF tingkat Pemda Flotim untuk selalu ada dalam lokasi Flotim sampai akhir acara pelepasan beberapa atlit balap sepeda itu.

“Dalam menyukseskan TdF 2017 kita juga akan lakukan parade budaya selama jalan (menari masal) di Bandara Gewayan Tanah. Untuk masalah persiapan-persiapan beda kita di Flotim telah memiliki pengalaman dalam menjemput sebagian moment besar begini, ” kata Wabup Agus Boli.

Semestinya, kata Wabup Agus Boli, Lembata jadi tuan-rumah TdF 2017, karna mereka belum juga siap serta Flotim nyatakan siap jadi proses Opening Ceremonial TdF 2017 berlangsung di Flotim untuk ke-2 kalinya.

Agus Boli memberikan, jadi tuan-rumah, Pemda Flotim tetaplah juga akan menaikkan biaya sebesar Rp 250 juta dari mulanya Rp 1, 25 miliar hingga keseluruhan dana yang juga akan disediakan Pemda Flotim untuk kebutuhan TdF sebesar Rp 1, 5 miliar.

Media Eropa Juluki Nusa Penida Bali ‘Permata Tersembunyi’

Agus Boli menerangkan, peristiwa TdF yaitu event investasi pariwisata periode panjang untuk daerah Flotim. Karenanya dianya mengajak pada semuanya pihak tidak untuk mencemaskan masalah berapakah besarnya dana, karna telah jadi keharusan Pemda Flotim untuk menyiapkannya.

TdF 2017 juga akan dibarengi oleh 30 negara serta 20 tim. Peserta meniti jarak keseluruhan 721, 6 km. Etape pertama diawali dari Larantuka serta berakhri di Maumere. Etape ke-2 serta ke-6 beberapa pembalap selalu menuju ke timur sampai selesai di Labuan Bajo.

Ini yaitu arena ke-2 untuk Tur de Flores sesudah th. pertama berhasil pada Mei 2016. Tur de Flores yaitu arena yang dipantau segera Union Cycliste Internationale (UCI). Oleh karenanya, arena ini menghadirkan juri internasional serta dibarengi pembalap internasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan moment TdF 2017 kesempatan ini juga akan begitu perlu untuk mempromosikan destinasi wisata yang berada di Flores serta NTT ke semua penjuru dunia. Ini sekalian menyiapkan Labuan Bajo jadi destinasi yang juga akan di tawarkan waktu Annual Meeting IMF World Bank 2018.

Ada data yang menarik, dari sport tourism itu. Direct impact-nya lebih kecil dari indirect impact atau media value-nya. Sport tourism itu punya potensi diliput oleh media-media internasional, hingga photo serta videonya dapat meluas di semua dunia. Bila dihitung, valuasinya juga akan begitu besar, bahkan juga jauh semakin besar dari direct impact, yang segera dirasa oleh daerah.

” Namun, wisman sport tourism ini 60 % juga akan jadi repeat pengunjung. Bila mereka terasa nyaman dengan alam serta budayanya, mereka akan tiba sekali lagi, ” tutur dia.