SHARE

Mineral yang terkandung di tambang Grasberg, Papua, sangat luar biasa. Berdasarkan data kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dari cadangan tersebut, produksinya mencapai 109, 5 juta ton bijih per tahun, dengan umur tambang 23,5 tahun.

Umur tambang yang masih cukup lama tersebut 23,5 tahun tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. Sebagai perbandingan, Tambang Grasberg yang dikalim sebagai tambang paling menguntungkan di dunia, pada akhir 2010, 6,72 miliar dollar AS atau sekitar 92,5 triliun rupiah untuk Freeport McMoRan.

Tambang itu juga menghasilkan laba kotor sebesar 4,17 miliar dollar AS pada akhir 2010. Cadangan tembaga  di Grassberg mencapai 33,7 juta pound dan emas mencapai 33,7 juta ons, selain sekitar 230.000 ton ore milled per hari. Luar biasa

Kekayaan tambang Grasberg, membuat setiap orang ingin mendapat keuntungan dari Freeport.  James Moffet, Preskom Freeport atau lebih dikenal sebagai Jimbob tahu betul soal itu. Oleh karenanya, ia selalu menggalang kekuatan untuk melanggengkan usaha Freeport di Indonesia.

Berbagai lobi-lobi selalu dilakukan pihak Freeport demi mengamankan perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada 2021. Operasi intelijen kerap kali digelar Jimbob bersama koleganya untuk memetakan mana pejabat yang bisa digarap dan mana pula pejabat yang harus disingkirkan, baik secara halus atau kasar.

Setelah Pemilu 2014 dan Pilpres lalu, Jimbob harus bisa memetakan orang-orangnya baik di parlemen mau pun di eksekutif, plus para pemimpin partai besar di Indonesia. Surya Paloh menjadi kolega pertama yang berhasil dibujuknya masuk ke jaringan Freeport. Jimbob memberikan konsesi kepada Indo Cater, perusahaan catering milik Surya Paloh untuk memasok kebutuhan makanan di Freeport yang mencapai 4,4 triliun rupiah per tahun.

Di eksekutif, Freeport sudah mendapatkan pendukung seperti Menteri ESDM Sudirman Said  dan Menteri BUMN Rini Sumarno. Di legislatif, Freeport seharusnya mendapatkan dukungan dari DPR lewat Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Freeport perlu mendapatkan dukungan dalam bentuk UU dari DPR untuk perpanjangan kontrak karya mereka hingga 2041. Namun sayang Setya Novanto yang diharapkan Freeport untuk meng-gol-kan UU tersebut gagal. Setya Novanto memilih sejalan dengan Presiden Jokowi untuk tidak memperpanjang kontrak Freeport sebelum 2021 atau renegosiasinya pada 2019.

Pilihan Setya Novanto ini membuat Freeport murka. Sebagai balasannya, Freeport lalu membocorkan pembicaraan rahasia antara Setya Novanto dengan Maroef Syamsudin, Presdir Freeport lewat Sudirman Said ke MKD. Lewat cara ini Freeport ingin “menghukum” Setya Novanto dan kalua bisa melengserkannya dari kursi Ketua DPR, sehingga Freeport selanjutnya bisa mendudukan “orangnya” di posisi strategis tersebut. Selanjutnya dari gerbang DPR, UU perpanjangan kontrak Freeport bisa secepatnya terlaksana.