SHARE
Sidang kasus -eKTP, makin membuka peran dan kesalahan Gamawan Fauzi.

Nama Gamawan Fauzi dan Agus Rahardjo, masing-masing dalam kapasitasnya sebagai mendagri 2009-2014 dan ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) kemendagri,  akhirnya memang tidak tercantum dalam daftar pemberi kesaksian di sidang lanjutan kasus dugana korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) yang digelar Senin (17/4) ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta.

 

Daftar saksi baru diperoleh kalangan media beberapa saat lalu, sebelum persidangan dimulai pukul 09.00 WIB ini.

 

Berbeda dengan persidangan ke-10 ini media bisanya sudah mendapatkan daftar pemberi saksi minimal sehari sebelum sidang dilangsungkan. Mereka yang memberi kesaksian biasanya disampaikan oleh pihak pengadilan atau terkadang tim jaksa penuntut umum dari KPK.

wartawan
Kalangan media sudah menunggu kemungkinan dihadirkannya kembali mantan mendagri Gamawan Fauzi  di sidang lanjutan e-KTP Senin (17/4) ini, dan dikonfrontasi dengan Agus Rahardjo

Namun, kali ini kedua pihak tersebut terkesan pelit. Keterangan maksimal yang mereka sampaikan terkait saksi ini hanya menyangkut jumlah orangnya, bukan nama-namanya.

Ada enam orang, kara Irene Putrie, anggota tim jaksa KPK yang paling dekat dengan media. Namun, Irene mengunci mulutnya rapat-rapat ketika disinggung nama-nama saksi.

Yang jelas, ke-6 saksi berasal dari unsur kemendagri dan LKPP.

Sikap tertutup dan terkesan berahasia dari pengadilan dan tim jaksa KPK memunculkan dugaan mengenai kemungkinan adanya saksi penting yang akan dihadirkan, walau kepastian kehadirannya masih belum dipastikan.

Ketika nama-nama saksi akhirnya diumumkan pada Senin pagi, kalangan media agak kecewa karena ternyata tidak ada nama saksi yang tergolong istimea atau penting.

Gamawan Fauzi dan Agus Rahardjo tentulah dua nama yang spesial.

Keterlibatan keduanya dalam kasusa dugaan korupsi proyek e-KTP ini tak biasa dianggap sepele.

Keduanya sudah terlibat sejak proyek e-KTP ini masih dalam tingkat pembahasan.

Gamawan Fauzi memang dimasukan dalam dakwaan, tetapi Agus Rahardjo tidak.

Baca Juga  Buruk Rupanya Gamawan Fauzi, Cerminnya Malah Dibelah

Padahal, Gamawan Fauzi yang berulangkali menyebut keterlibatan Agus Rahardjo semasih kasus ini berada di tingkat penyidikan KPK, belum dialihkan ke pengadilan.

Aliran dana e-KTP jelas menuju ke Kemendagri
Aliran dana e-KTP jelas menuju ke Kemendagri

Dari unsur kemendagri saksi-saksi yang dihadirkan adalah Mahmud, pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri,

Joko Kartiko Krisno, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Bagian Perencanaan Sesditjen Dukcapil, Toto Prasetyo, PNS di Ditjen Dukcapil, dan Hendry Mamik.

Nama yang terbilang penting adalah Husni Fahmi, Ketua Tim Teknis dalam proyek e-KTP ini.

Saksi terakhir yang akan memberikan keterangan adalah Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP, Setya Budi Arijanta.

Sama seperti persidangan sebelumnya, jaksa KPK ingin mengonfirmasi para saksi tentang dugaan kecurangan dalam pengadaan e-KTP senilai Rp 5,9 triliun ini.

Para saksi mengakui bahwa terjadi pertemuan antara tim teknis Kemendagri dan pihak swasta yang tergabung dalam konsorsium, meski belum diketahui pemenang lelang dan belum ada kontrak kerja sama.

Pihak konsorsium dan tim teknis telah bertemu untuk menyusun spesifikasi kebutuhan teknis dan hasilnya digunakan untuk menyusun harga yang telah digelembungkan.